alexametrics

Kosong, 555 Lapak Pasar Johar akan Disegel

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangPendataan dan identifikasi pedagang di Pasar Johar Tengah dan Utara mulai dilakukan, Rabu (16/2). Pendataan dilakukan petugas gabungan Dinas Perdagangan, Satpol PP, Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ), Koramil Semarang Tengah, dan Polsek Semarang Tengah.

Sementara data Dinas Perdagangan, ditemukan 555 lapak yang belum ditempati alias kosong. Lapak-lapak itu akan disegel oleh petugas Satpol PP.

Kepala Dinas Perdagangam Kota Semarang Nurkholis mengatakan, pendataan dan identifikasi pedagang dilakukan sebagai tindak lanjut audiensi yang dilakukan beberapa kali oleh perwakilan pedagang. Mereka banyak mengeluh tergeser oleh pedagang Yaik ataupun Pungkuran yang masuk ke Johar Cagar Budaya.

“Kita tadi lakukan pendataan kepada pedagang dari Yaik yang masuk ke Cagar Budaya. Kita tanya mereka mau pindah atau tidak. Jika mau pindah, akan dipindah ke basement alun-alun Semarang,” katanya usai pendataan, Rabu (16/2).

Dari pendataan tersebut, kata Nurkholis, pihaknya tidak memaksa pedagang yang tidak mau pindah. Pendataan, kata dia, juga dilakukan di Johar Selatan. Hal ini dilakukan agar bisa memasukkan pedagang yang belum mendapat lapak. “Sesuai konsep kemarin, prioritas memang pedagang lama. Tapi, kita juga melihat kondisi di lapangan, jadi tidak langsung dipindah,” tuturnya.

Hasil pendataan yang dilakukan Rabu (16/2) kemarin di Johar Utara dari 17 register ada 11 orang yang tidak mau pindah, dua orang mau pindah, dan empat kosong. Untuk Johar Tengah lantai 1 ada 89 register, dengan rincian, 7 orang mau pindah, 58 orang tidak mau pindah, dan 24 kosong. Sedangkan untuk Johar Tengah lantai 2, dari total 168 register, ada 39 orang yang tidak mau pindah, 26 orang mau pindah, dan 103 kosong.

Baca juga:  Erry Sadewo Pimpin DPD Golkar Semarang

“Bagian Johar Selatan akan kita data dalam waktu dekat. Selain mendata pedagang yang menempati lapak, kami juga mendata lapak kosong yang belum ditempati. Seharusnya pedagang kelompok Yaik menempati basement alun-alun. Tapi, kita lihat jumlah lapaknya dengan jumlah pedagang,” jelasnya.

Sementara itu, dari data yang ada, sebanyak 555 lapak kosong di Pasar Johar yang siap ditempati, dan sudah diundi di semua blok. Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang Nomor 9 tahun 2013 tentang penataan pasar, pedagang yang tidak menempati lapaknya selama tiga bulan, harus mengembalikannya ke Dinas Perdagangan.

“Satpol PP akan melakukan penyegelan 555 lapak yang belum ditempati atau kosong. Sesuai peraturan daerah kalau kosong atau tidak ditempati selama tiga bulan akan ditarik oleh pemkot lagi,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto.

Baca juga:  Tekan Kematian Ibu, Stop Nikah Dini

Fajar menegaskan, penyegelan 555 lapak kosong ini akan dilakukan Senin (21/2) pekan depan dengan police line selama satu bulan. Jika selama 15 hari setelah disegel pemilik lapak tidak datang ke dinas dan mengkonfirmasi akan menempati, nantinya dinas akan mengeluarkan BAP penarikan lapak.

“Dinas Perdagangan kami minta buat BAP setelah satu bulan disegel. Kita juga beri waktu 15 hari dari hari H penyegelan untuk mengurus lapak itu. Jika tidak dipakai, akan ditarik lagi,” bebernya.

Menurutnya, penataan Pasar Johar sudah dilakukan sejak September tahun lalu. Namun masih banyak lapak yang dibiarkan kosong, hingga sampai di-deadline pada 3 Januari lalu agar pedagang mau pindah, namun masih banyak pedagang yang enggan menempati lapaknya. “Kalau tidak diisi, yang mau pakai harus mengajukan izin ke pemkot,” ujarnya.

Fajar menargetkan akhir bulan ini penataan bisa selesai. Satpol PP, kata dia, bertugas mengawal penataan agar berjalan aman dan kondusif.  Apalagi sudah disepakati beberapa poin, salah satunya pedagang sendiri yang meminta agar dilakukan penataan ulang.

“Ini penataan ulang, tidak pengundian ulang. Target kami akhir bulan ini rampung dan bisa ramai lagi. Kita akan kawal sampai selesai,” katanya.

Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) Kota Semarang Mudasir mengaku lega dan puas, karena aspirasi pedagang untuk dilakukan penataan ulang dikabulkan Pemkot Semarang. Meski begitu, ia mengakui jika pasti ada pedagang yang pro ataupun kontra dengan penataan yang dilakukan. “Ada yang pro kontra pasti, kita akan komunikasi dengan kelompok pedagang lain agar ketemu jalan yang paling baik,” tambahnya.

Baca juga:  Dikabarkan Bergabung dengan FC Utrecht, Ayah Bagus Kahfi: Yang Penting Rajin Salat Lima Waktu dan Baca Alquran

Sementara itu salah seorang pedagang konveksi Anjar mengaku bingung dengan pendataan ulang yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan. Wanita berhijab ini memang mengaku berasal dari Yaik Baru, namun ketika pengundian lapak mendapatkan undian di Johar Tengah lantai II.

“Jujur bingung, Mas, tadi juga ditanya petugas mau pindah atau tetap di sini. Kalau memang yang dari Yaik harus keluar, ya saya minta semua pindah. Kalau hanya separo di sini, dan separo di sana ya saya tidak mau,” katanya.

Dua bulan terakhir, Anjar sudah menempati lapak tak jauh dari musala lantai II bangunan peninggalakan Kolonial Belanda tersebut. Sebelumnya, ia sudah men-setting tempat berjualannya dengan rak-rak tambahan untuk mendesain barang yang dijual.

“Kalau harus balik ke Yaik ya kita rugi, karena sudah pasang rak di sini, dan sudah dibenahi. Intinya kalau semua pindah ya pindah semua,” tegasnya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya