alexametrics

Upaya Pencarian Bocah Hanyut, Basarnas Semarang Terjunkan Penyelam, Susuri Sungai Sepanjang 2 Km

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Michael Raffaello Bons Saiya, bocah berusia sembilan tahun yang hilang terseret air di selokan belum ditemukan. Basarnas Semarang telah menurunkan tim penyelam untuk melakukan upaya pencarian.

Anggota Basarnas dibantu relawan kemanusiaan melakukan upaya pencarian dengan menyusuri sungai yang mengarah ke Sungai Mrican dan Sungai Banjir Kanal Timur. Dua petugas Basarnas melakukan penyelaman di bawah jembatan Mrican. Kedalaman air kurang lebih tiga sampai empat meter. Selama hampir 30 menit menyelam, upaya pencarian belum membuahkan hasil.

“Tim penyelam ada dua tim. Setiap tim terdiri atas dua orang. Kami terjunkan dua perahu karet dan 60 personil untuk melakukan pencarian korban,” ungkap Koordinator Pencarian Pertolongan Kantor SAR Semarang Budi PS kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (15/2).

Budi juga mengatakan pencarian ini dibantu relawan SAR gabungan. Pencarian pada Selasa (15/2) ini dilakukan search and rescue dengan menambah lokasi pencarian yang dibagi menjadi 5 Sru.

“Pertama kita lakukan penyelaman di jembatan Mrican yang ada spot dicurigai di situ dalam, kita lakukan penyelaman di sana. Sru 2 penyisiran dan pemantauan karena ada spot sepanjang 100 meter kedalaman tiga meter sebelum TI,” bebernya.

Baca juga:  Hendi Rangkul CPNS, Petakan Masalah Perkotaan

Ditambahkan, untuk Sru ketiga melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dari Kaliwaru ke Kaligawe. Sedangkan Sru 4, melakukan penyisiran dari Kaligawe hingga ke muara. Untuk Sru 5 pakai motor, melakukan penyusuran di jembatan Mrican.

Budi mengatakan, pencarian hingga sejauh kurang lebih 2 kilometer belum membuahkan hasil. Pencarian sempat dihentikan pukul 00.00, dan dilanjutkan pukul 07.00, Selasa (15/2).  “Kita akan lakukan pencarian hingga tujuh hari ke depan. Sungai itu muaranya ke TPI Tambak Lorok,” katanya.

Sementara, di rumah korban terlihat sepi. Tak ada aktivitas yang mencolok. Orang tua korban, Jakobus Bruri Bon Saja, yang keluar rumah juga terlihat letih. Wajahnya tampak kecapekan.

“Tadi pagi saya juga drop. Kaki juga capek. Saya melakukan penelusuran sampai pelabuhan, sepanjang sungai saya susuri jalan kaki, sampai sungai di Mrican, Ke Banjir Kanal. Saya pulang, terus cari lagi,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakan, anaknya yang hilang tersebut paling bontot. Masih berusia sembilan tahun dan belum sekolah. Ia mendapat kabar kejadian itu dari anaknya sekitar pukul 15.00. “Kakaknya bilang, Elo keseret yah, Elo ilang yah,” katanya menirukan ucapan anaknya.

Baca juga:  Kapal Pesiar Viking Sun Ditolak di Dua Kota

Jakobus membeberkan, saat kejadian wilayahnya diguyur hujan deras. Kemudian, Elo dan kakaknya, Ricardo Febrian Oscar Bons Saiya, bermain hujan-hujanan di depan rumahnya di Jalan Karanggawang Baru RT 6 RW 6, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang. Mereka kemudian berpindah tempat bersama teman-teman sekitarnya hingga di selokan yang berbatasan antara RW 6 dan RW 7.

“Sekitar pukul 14.30 anak itu masih kumpul. Dan anak itu juga bilang gak akan main. Gak akan ujan-ujanan yah. Temen-temen pada datang, terus sudah hilang. Saya juga heran, baru pertama kali anak ini ngeyel, gak izin, sampai kesana. Biasanya cuma depan rumah ini saja,” ujarnya.

Jakobus mengakui, sebelumnya terdapat tingkah laku anaknya ini yang tidak seperti biasanya. Beberapa hari sebelum mengalami musibah, korban sering bertingkah manja.

“Jujur kalau firasat memang ada. Karena sudah tiga hari tingkah lakunya over, minta perhatian terus. Manjanya lebih. Ya biasanya cuma ayah, ini lebih kata katanya diulang terus. Sama dia minta dipeluk terus,” katanya.

Baca juga:  Maju Jadi Calon Ketua Peradi Semarang, Moh Aris Siswanto Bakal Genjot Kualitas Anggota

“Pukul 14.30, saya sempat membuat status di WA yang intinya itu akan banjir. Kemudian tidak sampai 15 menit, ada kejadian ini,” sambungnya.

Kakak korban, Oscar, menceritakan, kejadian tersebut bermula saat ia bersama adiknya main air di sekitarselokan. Sang kakak sempat melarang adiknya main ke dalam selokan lantaran arus air deras. Namunadiknya terpeleset dan masuk ke dalam selokan sesaat berdiri dari duduknya di pinggir selokan.

“Adik masuk ke parit. Bagian tengah kan licin. Saya bilang tunggu sebentar, mau dibantu kakak. Dia malah buru-buru berdiri, dan dia jatuh. Aku langsung reflek loncat ke selokan,” bebernya.

Seketika itu, keduanya terbawa air. Nahasnya, Oscar tak berhasil menyelamatkan adiknya, dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Dia kayak tenggelam terus ada paralon besi (nyangkut). Tak peluk. Kepalaku kena pralon besi. Adikku ke gorong-gorong, adikku sesak nafas. Terus tak rangkul dan tak tangkap tapi lepas. Saya sudah teriak-teriak minta tolong. Itu sekitar tiga menitan saya berusaha menolong adik saya,” ceritanya. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya