alexametrics

Warga Desak Pemkot Turun Tangan Atasi Pencemaran Limbah Pabrik di Sungai Silandak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangDugaan pencemaran limbah di aliran Sungai Silandak RT 07 RW 2 Kelurahan Ngaliyan rupanya sudah berlangsung bertahun-tahun. Selain berwarna biru, terkadang air sungai berwarna cokelat pekat. Bahkan jika musim kemarau tiba muncul semacam busa serta bau menyengat yang mengganggu warga.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (13/2), air sungai sudah tampak bening tidak biru seperti Sabtu (12/2) kemarin. Mungkin saja pengaruh air hujan yang turun deras pada Sabtu malam, dan kebetulan aktivitas pabrik di Kawasan Industri Candi (KIC) libur.

Menurut sumber koran ini, air limbah biasanya muncul mulai pagi sampai malam hari yang membuat air berubah warna. Biasanya ketika hujan deras, saatnya pabrik-pabrik membuang limbah ke aliran sungai. Kesaksian sumber koran ini, terkadang air berwarna biru dan terasa hangat.

Njenengan kalau kesini pas hujan deras, kadang airnya biru, dan kalau dipegang terasa hangat. Nggak mungkin kalau tidak dari limbah,” ujar pria yang enggan disebutkan namanya itu.

Baca juga:  Terletak di Tengah Perumahan, Mengaji Kitab Ulama Besar Nusantara

Ketua RT 07 RW 2 Kelurahan Ngaliyan Hasanuddin menjelaskan, jika dugaan pencemaran air ini sudah berlangsung cukup lama, terhitung sejak 2009 lalu. Saat musim kemarau, aliran sungai menimbulkan bau yang menyengat, sehingga mengganggu aktivitas warga.

“Kalau kemarau muncul busa dan bau banget. Anak-anak nggak mau main di sungai lagi, karena gatal. Bahkan ekosistem ikan di sini sudah hilang, banyak ikan yang mati.  Padahal dulu ada udang, ikan gabus, mujahir, bahkan nila,” katanya, Minggu (13/1).

Warga, lanjut dia, mendesak agar Pemkot Semarang bisa turun tangan untuk mengungkap dugaan pencemaran limbah dari pabrik di KIC. Apalagi peristiwa tersebut sudah terjadi bertahun-tahun.

“Kemarin sudah ada tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke sini, cuman ambil sampel dan melihat kondisi,” tuturnya.

Disinggung apakah aliran air yang tercemar limbah ini juga masuk ke sumur atau sumber air warga, Hasanuddin menjelaskan untungnya warga menggunakan air PDAM. Sehingga untuk kebutuhan air mandi, cuci, dan kakus (MCK), warga tidak terganggu.

Baca juga:  Ogah Tanggung Jawab, Remaja di Magelang Tega Bunuh Bayinya Sendiri

“Tapi, pengginnya nggak bau saja, air tidak keruh. Sehingga warga bisa hidup damai,” harapnya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang mendesak agar Pemkot Semarang melalui DLH bisa melakukan peninjauan dugaan pecemaran air sungai yang dilakukan pabrik di KIC.

“Harus segera ditinjau, karena ini melanggar UU 32 Tahun 2009 tentang lingkungan hidup. Kalau memang dilakukan berulang kali dan sudah lama, tentu harus ada sanksi yang berat,” tegasnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menerangkan, misalnya pabrik baru melakukan pembuangan limbah ke sungai seharusnya juga harus diambil tindakan berupa peringatan. Idealnya, pabrik harus memiliki pengolahan limbah yang berstandar, dan tidak mengganggu permukiman atau ekosistem yang ada.

“Menurut UU, membuang limbah sembarangan ini bisa terkena sanksi administratif, denda, bahkan pidana. Kalau informasi warga sudah lama dan merugikan, saya minta tidak boleh ada pembiaran dari pemkot,” tandasnya.

Baca juga:  Kapasitas 22 Penumpang, Angkutan Feeder Sepi Peminat

Pihaknya mendesak agar DLH bisa melakukan investigasi sampai menemukan perusahaan mana yang membuang air limbah ke sungai. Jika sudah ketemu, langsung didatangi dan diberikan peringatan serta sanksi tegas. “Harus dilakukan investigasi, jika sudah ketemu harus ada sanksi tegas,” katanya.

Kepala DLH Kota Semarang FX Bambang Suranggono menjelaskan, jika pihaknya sudah melakukan pengambilan sampel air yang diduga tercemar di Sungai Silandak, serta melakukan penelusuran air yang masuk ke aliran sungai. “Kemarin pabrik di KIC Sabtu-Minggu libur, kita sudah melakukan penelusuran. Nah untuk uji laboratorium segera kita lakukan,” ujarnya.

Terkait temuan tersebut, Bambang menjelaskan akan melakukan tindaklanjut atas dugaan pencemaran air sungai ini, yakni berupa klarifikasi dan investigasi aliran sungai, Senin (14/2) hari ini.

“Tahap berikutnya klarifikasi dan investigasi serta tindakan sanksi penyegelan, jika hasil penelusuran aliran Sungai Silandak dan sumber produksi timbulan bahan pencemaran limbah pabrik,” jelasnya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya