alexametrics

Tak Terapkan PeduliLindungi, 25 Tempat Usaha di Semarang Disegel

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dalam sepekan pelaksanaan PPKM Level 1 di Kota Semarang, Satpol PP Kota Semarang telah menyegel 25 tempat usaha. Terutama yang terbukti tidak menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Awal pekan lalu, Selasa (7/12), telah menyegel sebanyak 13 tempat usaha mulai dari mini market, toko konveksi, restoran, cafe, dan lainnya, yang tidak menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Sementara Jumat malam (11/2), sebanyak 12 tempat usaha yakni dua kafe di Jalan Indraprasta, dua restoran, dan tiga kafe di Jalan Singosari.

“Tempat usaha ini terpaksa kami segel, karena tidak patuh protokol kesehatan. Yakni tidak memasang barcode PeduliLindungi di pintu masuk. Kami segel selama tiga hari,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto Minggu (13/2).

Baca juga:  Coffeedemic Unkartur, Tangkap Peluang Kopi

Ia mengaku kecewa dengan para pelaku usaha yang berdalih tidak tahu jika tempat layanan umum seperti resto, minimarket, dan cafe, harus memiliki barcode PeduliLindungi. Padahal sudah ada ketentuan yang sudah disosialisasikan sebelumnya. “Penggunaan aplikasi ini sudah hampir setahun. Saat ini tidak lagi sosialisasi, tapi sudah harus ada penindakan,” bebernya.

Selain tempat usaha yang tidak patuh protokol kesehatan, pusat-pusat tempat nongkrong seperti warung dan pedagang kaki lima juga ditertibkan dan diminta patuh aturan PPKM Level 1 yang dikeluarkan Wali Kota Semarang.

“Kota Semarang ini kasus Covid-19-nya naik lagi. Tadi malah banyak pedagang yang berdagang dan pengunjungnya tak jaga jarak. Makanya, kami tertibkan,” jelasnya.

Baca juga:  Tiga Bulan Tak Direspons, Keluarga Samuel Tuding RS Telogorejo ‘Mencla-Mencle’

Razia ini digelar Satpol PP dengan melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang yang juga melakukan random sampling survei. Selain protokol kesehatan, juga razia para pedagang di daerah terlarang, misalnya di Daerah Imam Barjo yang menjadi tempat larangan pedagang kaki lima dan kerap terjadi kerumunan. “Nanti di kemudian hari akan kami razia terus sampai wilayah itu steril,” pungkasnya. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya