alexametrics

Peringati Valentine di Panti Jompo Wisma Rela Bhakti

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Hari Valentine disebut juga hari kasih sayang. Peringatan yang biasanya dilakukan anak-anak muda dengan memberikan bunga dan cokelat pada orang tersayang.

Namun, Ketua Paguyuban Sosial Marga Thionghoa Indonesia (PSMTI) Jateng Dewi Susilo Budiharjo mengajak para pemuda untuk berbagi kasih sayang dengan lanjut usia (lansia) di Wisma Rela Bhakti.

Dewi, sapaan akrabnya mengatakan pemilihan tempat ini dilakukan untuk mengajarkan empati, valentine tidak harus memberikan bunga ataupun cokelat. Tapi justru akan bermakna dengan memberikan perhatian kepada orang yang sudah sepuh. Apalagi penghuni Wisma Rela Bhakti atau panti jompo ini tidak memiliki dan ditelantarkan keluarga.

“Karena itulah kami bersama berkolaborasi dengan Sajen Cafe yang mayoritas merupakan anak muda hadir di Hari Valentine ini untuk mereka para lansia,” katanya pada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (14/2/2021).

Baca juga:  Menjamu Arema, Polres Magelang Siapkan Barikade

Dalam kesempatan ini, pihaknya tak hanya membawa sembako, namun juga memberi mesin cuci, dan kursi roda. Nantinya, kegiatan ini akan rutin dilakukan. Ia ingin anak-anak muda menjunjung kebudayaan nusantara seperti mengunjungi orang yang lebih sepuh.

Sayangnya, mereka tidak dapat berinteraksi dengan para lansia karena sebagai antisipasi penularan covid-19 mengingat lansia merupakan kelompok rentan. Meski dari jauh, salah seorang penghuni Eni, 64, mengucapkan terima kasih telah diperhatikan. “Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua,” katanya dalam kondisi berbaring.

Salah satu pemuda yang merupakan direksi Sajen Cafe, Nathan Nael Budi mengatakan senang bisa mengunjungi para lansia. Hal ini turut menjadi pengingat jika anak-anak muda nantinya juga akan menjadi tua. “Tentunya kami ingin memberikan kebahagiaan, salah satunya dengan memberikan bantuan ini. Semoga bermanfaat,” katanya.

Baca juga:  Syngonium Pink dan Monstera Paling Dicari

Untuk diketahui, Wisma Rela Bhakti ini dihuni 10 orang lansia. Paling tua berusia 92 tahun. Mereka orang-orang yang ditelantarkan keluarga. Mereka diurus lima orang perawat. (ifa/bas) 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya