alexametrics

Sungai Silandak Ngaliyan Tercemar Limbah, Diduga dari Pabrik Kawasan Industri Candi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sungai Silandak di wilayah RT 7 RW 2 Kelurahan Ngaliyan, Semarang diduga tercemar limbah pabrik. Warna air sungai tersebut berubah menjadi biru. Selain itu, jika air terkena tangan menyebabkan kulit terasa panas dan gatal. Hal ini dikeluhkan oleh warga setempat, dan telah dilaporkan ke pihak Kelurahan Ngaliyan. Warga menduga air sungai tercemar limbah pabrik di Kawasan Industri Candi yang dilewati sungai tersebut.

Ketua RT 7 RW 2  Hasanuddin menuturkan, sebenarnya pencemaran sungai di kampungnya sudah berlangsung sejak lebih dari sepuluh tahun lalu. Namun kali ini yang paling parah. Karena air sampai berubah warna menjadi biru pada Sabtu pagi.

“Dulu di sini masih banyak ikan-ikan yang hidup. Ada udang, ikan mujahir, gabus, dan lele. Sekarang sudah tidak ada lagi. Paling yang masih bertahan hanya lele saja, itupun kalau dimakan rasanya tidak enak,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain itu, pihaknya mengaku apabila air sungai terkena kulit akan terasa panas dan gatal. Tidak hanya itu, bau air Sungai Silandak juga menyebabkan polusi udara warga sekitar yang menyebabkan gangguan pernafasan. “Kadang narik nafas panjang aja jadi tidak kuat,” keluhnya.

Baca juga:  Disiplin Prokes, Ratusan Umat Hindu Khusyuk Peringati Galungan

Pihaknya sudah berkali-kali mengadukan ke pihak kelurahan dan Pemkot Semarang. Namun belum ada tindakan konkret.

Lurah Ngaliyan Nur Kholis mengatakan, begitu menerima keluhan warga, pihaknya telah berkomunikasi dengan pengelola Kawasan Industri Candi dan pengembangnya, yakni PT IPU agar bisa memperbaiki sistem pengolahan limbahnya.

Saat ini, pihaknya memang belum mengetahui sumber pencemaran sungai tersebut berasal dari limbah pabrik mana. Sehingga langkah terdekat yang akan dilakukan bersama pihak terkait adalah mencari tahu sumber limbah tersebut.

“Saya tadi pagi sudah ke sini melihat sungai kok warna airnya jadi biru seperti itu. Sudah coba saya komunikasikan dengan pihak pengelola kawasan untuk mencari tahu asal limbah tersebut,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain itu, rencananya pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang juga akan mengecek ke lokasi untuk mengambil sampel air Sungai Silandak yang tercemar limbah. Menurut Nur, ada dua kemungkinan  pabrik yang menjadi sumber pencemaran. “Bisa pabrik yang berlokasi di Kelurahan Ngaliyan atau pabrik di Kelurahan Bambankerep,” katanya. (cr1/aro)

Baca juga:  SMPN 3 Buka Kelas Khusus Olahraga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya