alexametrics

Pedagang Johar Waswas Terkena Penataan Ulang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Rencana penataan ulang pedagang Pasar Johar membuat waswas. Para pedagang yang sudah menempati Pasar Johar Tengah khawatir jika terkena penataan ulang dan harus pindah lapak lagi. Pasalnya, mereka sudah mengeluarkan banyak biaya untuk pindahan dan membenahi lapaknya.

Pedagang pakaian di Pasar Johar Tengah Nurhayati mengatakan, dirinya berharap tetap berada di lapak yang ditempati sekarang. Sebab, jika ada penataan ulang, ia menjadi tidak fokus jualan dan harus mulai dari nol lagi.

Padahal dia sudah membuat lapak yang baru. Dia mengaku berjualan di Pasar Johar meneruskan ibunya. Dulu dia berjualan di Pasar Johar Selatan, namun setelah pembangunan Pasar Johar Baru, pihaknya mendapat lapak di Johar Tengah.

Baca juga:  Sasar Warga Menengah ke Bawah, Ada Kelas Ibu-Ibu

“Saya sudah 40 tahun jualan di Pasar Johar. Sekarang dapat lapak di sini, ya saya terima saja. Saya bangun ini dari awal lagi, dan sudah saya tata sedemikian rupa. Menurut saya ya untuk pedagang pakaian biar sudah seperti ini saja. Wong kita sudah buat seperti ini. Kalau dipindah lagi, kita harus buat baru lagi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (12/2).

Meski begitu, Nurhayati sempat mengeluhkan ukuran lapak sekarang yang jauh lebih kecil dari sebelumnya. Dia juga mengeluhkan masuknya pedagang luar ke Pasar Johar Baru. “Ada pedagang baru yang masuk, yang dulunya bukan pedagang Pasar Johar. Mungkin itu yang harusnya ditata ulang,” ujarnya.

Baca juga:  Pak Hendi Itu SSW Alias Set-Set Wes

Selain penataan ulang, pedagang yang sudah berjualan di Pasar Johar Baru berharap pedagang di Pasar Johar Relokasi MAJT segera pindah semua. Sehingga Pasar Johar Baru akan semakin ramai.

“Harapan saya sekarang, yang penting pedagang yang masih berjualan di Pasar Johar Relokasi bisa segera pindah ke sini. Soalnya kalau belum pada pindah dan masih jualan di sana, penjualan di sini jadi sepi,” kata Agus Jamu, pedagang jamu di Pasar Johar Selatan.

Agus sendiri sempat mengeluhkan los Pasar Johar Selatan yang dinilai tidak sesuai harapan pedagang. Pasalnya, satu los dibagi untuk empat pedagang. Selain ukurannya kecil, lapak dengan model seperti meja panjang dan dibagi menjadi empat pedagang itu dapat mengganggu mobilitas keluar masuknya pedagang.

Baca juga:  Jengkel Tak Kunjung Surut, Warga Kuras Banjir Pakai Ember

Sebab, pedagang yang mendapat posisi di tengah, tidak ada jalan keluar dari lapak, selain melewati pedagang sampingnya.  Hal itu dinilai menyulitkan pedagang. “Ukuran lapak yang diterima pedagang sekarang juga dinilai kurang sesuai, karena banyak mengalami pengurangan dari ukuran sebelumnya,” keluhnya. (cr1/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya