alexametrics

Pelajar SMP Ditemukan Tewas di Sungai Banjir Kanal Barat Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Warga sekitaran Bendungan Pleret, sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang digegerkan adanya temuan orang meninggal,Jumat (11/2/2022) sekitar pukul 13.00. Korban bernama CKS, laki-laki warga Mayangsari, Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan.

“Iya, itu keponakan saya. Masih berusia 15 tahun, masih kelas 3 SMP,” ungkap Paman Korban, Novianto, di lokasi kejadian kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (11/2/2022).

Informasi yang diperolehnya, korban pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mancing ikan. Saat melintas ditepian sungai, melihat sesuatu mencurigakan di aliran sungai yang mengambang. Setelah dicermati, ternyata tubuh manusia.

“Terus disampaikan sama warga sini dan Pak RT. Kemudian dilaporkan ke kepolisian. Pihak keluarga juga mendapat kabar, kemudian saya kesini, saya cek dan saya pastikan itu keponakan saya,” tegasnya.

Baca juga:  PDAM Kendal Responsif Tangani Covid-19

Menurutnya, musibah ini diawali saat korban bersama teman dan adiknya main di sungai di belakang rumahnya, Kamis (10/2/2022) sekitar pukul 16.00.

Korban sebenarnya sempat pulang, namun keluarga syok setelah mendapat kabar korban ditemukan meninggal di aliran sungai, berjarak kurang lebih 3 kilometer dari dari lokasi awal korban bermain di sungai, belakang rumah.

“Dia sempat mentas. Mungkin dia kembali ke sungai lagi. Dicarinya itu setelah dia pulang lalu pergi lagi. Indikasinya dia pergi main lagi ke Sungai. Karena dia juga pakai baju yang basah. Sandal sama HP di rumah,” katanya.

Proses evakuasi juga dilakukan dengan dramatis. Sejumlah relawan yang melakukan evakuasi mengenakan pelampung. Mereka juga pegangan tali, untuk menuju titik temuan yang berada di tengah sungai. Jaraknya kurang lebih 15 meter dari tepian sungai.

Baca juga:  Udinus Gandeng Inspektorat, Untuk Apa?

Setelah berhasil kemudian dimasukan ke dalam kantong jenazah dan dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang guna keperluan lebih lanjut. Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Untung Kistopo, juga mendatangi TKP setelah mendapat laporan.

“Kalau asal usulnya, korban itu bermain di sungai bersama teman-temannya. Sore hari sebelum ditemukan meninggal,” bebernya.

Diduga korban tenggelam dan kemudian terbawa arus sungai. Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Kapolsek juga menegaskan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan penganiayaan di tubuh korban. (mha/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya