alexametrics

Masuk Museum Kota Lama Masih Gratis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangMuseum Kota Lama (Bubakan) mulai beroperasi Kamis (10/2). Pemkot Semarang belum menetapkan tarif masuk. Kunjungan akan digratiskan selama satu dua bulan ke depan. Namun pengunjung diminta melakukan pemesanan tiket di aplikasi Lunpia. Museum sejarah dan edukasi yang mengusung teknologi imersif pertama di Jateng ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan di Kota Semarang.

Museum yang dibangun dengan anggaran Rp 3,9 miliar ini, menyuguhkan sejarah Kota Semarang mulai dari zaman dulu hingga kondisi saat ini. Semua cerita itu dikemas dengan teknologi modern. Selain itu, juga akan memutar film-film secara tiga dimensi.

“Pembangunan yang dibantu Kementerian PUPR sudah tuntas, saat ini yang paling penting adalah mengatur mekanisme agar wisatwan bisa datang tapi tidak berkerumun saat pandemi seperti ini,” kata Hendrar Prihadi di sela peresmian Rabu (9/2) lalu.

Baca juga:  Begal Beraksi di Dua Lokasi, Korban Ditusuk, Barang Berharga Dirampas

Hendi berharap pengelola menerapkan prokes dengan disiplin tanpa mengganggu kenyamanan pengunjung. “Secara umum kalau saya lihat sudah baik, namun ada yang perlu saya kritisi misalnya durasi film jangan terlalu panjang agar tidak bosan. Saya kasih masukan sebagai pengunjung agar lebih nyaman dan bisa menikmati,” tambahnya.

Pantauan koran ini, pengunjung akan disuguhkan sejarah Kota Semarang mulai tahun 1547. Pengunjung juga bisa melihat visualisasi trem tempo dulu. Hendi mengatakan, selama dua bulan ke depan pengunjung tidak akan ditarik tiket masuk. Namun masyarakat yang akan datang ke museum harus memesan tiket di aplikasi Lunpia di playstore maupun appstore.

“Tiket masuk belum, kita akan segera rumuskan peraturannya. Jadi satu dua bulan ini masyarakat bisa masuk secara gratis dan bisa diatur SOP dan protokol kesehatannya,” tandasnya.

Baca juga:  12.867 Kendaraan Pemudik Dihentikan, 4.706 Diputarbalikkan

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono menjelaskan, pemesanan tiket kunjungan museum melalui aplikasi Lunpia akan ada barcode yang bisa di-scan di titik kumpul.

“Nanti titik kumpulnya di Oudetrap, lalu pengunjung naik armada khusus ke museum, pasalnya kantong parkir ini belum tersedia jadi bisa parkir di kantong parkir Kota Lama,” tambahnya.

Pengunjung yang tidak bisa menunjukkan tiket tentu tidak bisa masuk ke museum, karena ada pembatasan jumlah dan durasi junjungan. Sekali kunjungan hanya ada 10 orang dengan durasi 20 menit. Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini menjelaskan jika harga tiket masih digodog dan ditentukan melalui Perda.

Baca juga:  Otak Pembunuhan Sadis Balita di Demak Masih Buron

“Nantinya pengujung akan langsung didampingi tour guide yang akan menjelaskan tentang apa saja yang ada didalam museum. Misalnya cerita tentang awal mula adanya Kota Semarang, hingga ada simulasi perjalanan menggunakan kereta dari Semarang ke Juwana,” pungkasnya. (den/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya