alexametrics

Dewan Minta Kontraktor Ducting Sempurnakan Jalan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangPembangunan sarana komunikasi bawah tanah (ducting) yang dilakukan PT Bhumi Pandanaran Sejahtera dan PT Moratelindo, dikeluhkan masyarakat. Keluhan yang masuk di antaranya, tambalan bekas galian yang tidak rata, ambles, bahkan ada cover penutup (main hole) bergelombang sehingga membahayakan pengguna jalan.

“Saat ini kami sedang menggarap delapan ruas jalan dengan panjang 29 kilometer. Kita juga akan review pekerjaan apa yang masih kurang dan keluhkan masyarakat akan kami perbaiki,” kata Projects Manager PT Moratelindo,¬†Andreas Suradi Praja, usai audiensi dengan Komisi C DPRD Kota Semarang, Kamis (10/2).

Andreas menambahkan, projek ini baru pertama kali di Semarang, sehingga akan menjadi bahan pembelajaran proyek ducting tahap kedua. Pihaknya mengklaim, tahap pertama saat ini progresnya sudah 95 persen.

Baca juga:  Atlet Jateng Bidik Tiga Medali di Paralimpiade Tokyo 2020

Ia mengaku dari delapan ruas jalan sepanjang 29 km yang sudah dibangun sistem ducting ini, tinggal masuk tahap perapian. Seperti di Jalan Pahlawan, Bundaran Simpang Lima, Jalan Gajahmada Sebagian,dan Jalan Pandanaran.

“Ada beberapa ruas jalan yang belum, misalnya di Imam Bonjol dan MT Haryono. Nanti kita timpa dengan aspal halus. Termasuk memasang main hole atau cover yang dibuat satu bagian, tidak lagi dua bagian agar tidak ada patahan dan lebih kokoh,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Rukiyanto menjelaskan, dewan menganggap ada beberapa ruas jalan yang pembangunannya belum sempurna. Dan harus diawasi agar kondisi jalan kembali mulus.

“Tadi disebutkan ada di Jalan Imam Bonjol, MT Haryono harus ditambal ulang agar mulus lagi. Targetnya akhir bulan ini rampung, jika tidak akan terkena denda,” ujarnya.

Baca juga:  Relokasi Tunggu Kajian Akademis

Komisi C berharap beberapa ruas jalan yang belum rapi segera dimuluskan sehingga tidak membahayakan. Selain itu, penutup lubang atau main hole juga diminta diganti dengan yang lebih kokoh. “Kalau ada yang perlu dibenahi, saya minta agar dibenahi. Kontraktor juga harus mengerjakan cepat namun rapi, sehingga tidak menganggu pengguna jalan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C, Suharsono mengatakan, ada evaluasi yang harus diperbaiki pihak kontraktor, yakni metode pengerjaan dan penambalan aspal. “Setelah dimasukkan U dicth, harus ditutup aspal dengan baik, jangan sembarang, dan harus halus. Itu yang banyak dikeluhkan,” tambahnya.

Idealnya setelah ditutup pihak kontraktor harus melakukan penambalan dengan lebar dua kali lubang yang dibuat, sehingga ruas jalan eksisting tetap rata dan tidak bergelombang. Selain itu, pengerjaan harus dilakukan berkelanjutan, agar tidak menganggu pengguna jalan.

Baca juga:  BI Tertibkan 6 Money Changer Tak Berizin

“Tadi kita juga main hole atau lubang yang masih terbuka ini diberi tanda, sering kita jumpai dibiarkan begitu saja sehingga membahayakan pengguna jalan,” pungkasnya. (den/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya