alexametrics

Bakar 300 Orang-Orangan dan Replika Kapal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Setiap tahun dalam penanggalan Imlek, ada pemilik shio yang diyakini punya nasib kurang baik. Kelenteng TITD Tay Kak Sie Semarang menggelar upacara Po Un dan Ciswak sebagai tolak balak.

Sejak Kamis (10/2) pagi, halaman Kelenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok, Pecinan Semarang sudah ramai. Orang-orang bersiap mengikuti upacara Po Un dan Ciswak. Lebih dari 300 orang-orangan dan replika kapal dari kertas disiapkan dalam ritual.

Ketua Panitia Upacara Po Un dan Ciswak Agus Susanto menjelaskan, ada 12 shio berdasarkan waktu kelahiran yang dianut oleh masyarakat Tionghoa. Setiap tahun, ada sejumlah shio yang diyakini akan menjalani nasib kurang baik. Sehingga perlu ada ritual Ciswak untuk menetralkan nasib kurang baik ini.

Baca juga:  Bangkitkan Ekonomi, RW 17 Banyumanik Gelar UMKM Expo

“Upacara Po Un dan Ciswak merupakan upacara tolak balak. Yakni menolak segala macam yang buruk terhadap individu dari nasib yang kurang baik,” kata Agus.

Orang-orangan tersebut diberi nama dan alamat peserta yang memiliki shio kurang baik. Selanjutnya dibakar bersama replika kapal kertas.

“Maksudnya ikut kapal itu, bisa melewati semua nasib buruk yang menghadang kita. Nasib buruk ikut kapal dan menuju alam bebas. Supaya orang-orang bisa tetap sehat, aman, dan hidup dengan damai.”

Pendeta Niko A Kwi Susiwati menjelaskan Ciswak merupakan membuang sial. Ada kapal untuk membuang nasib sial yang jauh, dan pohon uang agar rizkinya lancar.

“Ciong atau waspada yang paling besar tahun ini itu shio macan, monyet, ular, dan babi. Dan ini untuk semuanya. Paling beruntung tahun ini shio naga,” jelasnya. (fgr/ton)

Baca juga:  KPU Semarang Kunjungi Seluruh Parpol

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya