alexametrics

Tak Ada Pengundian Ulang, Pedagang Pasar Johar akan Kembali Ditata

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangPenataan pedagang Pasar Johar akan kembali dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Namun pemkot dipastikan tidak akan melakukan pengundian ulang. Aplikasi E-Pandawa yang menjadi sistem pengundian tidak ada persoalan.

Sebaliknya, perwakilan pedagang meminta pemkot melakukan penataan ulang. Pasalnya, banyak pedagang luar justru kini menempati Pasar Johar Utara, Tengah maupun Selatan.

Ketua Umum Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) Kota Semarang Mudasir menjelaskan, jika pemkot pasti menerima aspirasi para pedagang, bahkan dirinya yakin pembangunan fisik dilakukan dengan tujuan menghidupkan kembali Semarang jadi kota perdagangan. Tujuannya, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Nah, untuk mewujudkan hal itu, para pedagang berharap bisa kembali ke blok seperti sebelum Pasar Johar terbakar.

“Solusi terbaik dan bijaksana menurut saya adalah kembali ke blok semula. Misalnya, yang dulu di (Johar) utara ya tetap di (Johar) utara. Untuk Yaik Baru yang basement (di bawah alun-alun) diperuntukan untuk pedagang Yaik Baru. Sedangkan yang lain sesuai zonasi bisa ditempatkan di Kanjengan maupun SCJ,” jelasnya dalam pertemuan antara perwakilan kelompok pedagang dengan Satpol PP Kota Semarang dan Dinas Perdagangan, Rabu (9/2).

Menurut dia, penataan ulang harus dilakukan agar terhindar dari gesekan dan kesalahpahaman antarpedagang, apalagi ada pedagang Yaik Baru masuk ke Johar Utara, Tengah, ataupun Selatan. Sebaliknya, pedagang Johar masuk ke Pasar Kanjengan dan Shopping Center Johar (SCJ).  “Kalau tidak dikembalikan semula akan timbul masalah ke depannya,” katanya.

Baca juga:  Shopping Center Johar Ditarget Rampung Juni

Adanya pedagang luar yang masuk ini, menurutnya, membuat pedagang yang sudah mendapatkan lapak enggan masuk ke kawasan Johar. Selain itu juga ada sisi solidaritas antarpedagang yang belum mendapatkan lapak ataupun tergusur. “Memang ada pedagang yang belum mendapat lapak, mereka memiliki solidaritas karena Pasar Johar ditempati oleh pedagang lain yang semula tidak memiliki lapak di Johar,” ujarnya.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, nantinya Satpol PP akan dilibatkan dalam penataan untuk menegakkan peraturan daerah (perda) dan memfasilitasi kelompok pedagang. Dalam pertemuan kemarin, kata dia, pihaknya menyerap perbedaan pendapat dari para pedagang terkait penataan.

“Misalnya, ada yang ingin lapaknya berdekatan dengan keluarga lainnya. Ada juga yang minta penataan kembali di blok yang dulu. Di Johar Tengah ya dapatnya sama di sana tadi kita serap,” kata Fajar Purwoto, Rabu (9/2).

Fajar menerangkan, jika persoalan dan keluhan pedagang ini akan segera dirampungkan dan dibahas bersama dengan harapan penataan bisa rampung pada akhir bulan ini, dan pedagang bisa menempati lapak masing-masing. “Selaku penegak perda, Satpol PP akan turun tangan, dan akhir bulan ini, minggu keempat, pedagang kami harapkan sudah bisa masuk,” ujarnya.

Baca juga:  Distribusi Oksigen di Kota Semarang Aman

Pengundian ulang, kata dia, tidak akan dilakukan. Aplikasi E-Pandawa yang menjadi sistem pengundian tidak ada persoalan. Jika memang ada yang tidak puas atau curiga dengan pengundian dipersilakan untuk membawanya ke ranah hukum. “Kalau ada yang curiga, saya persilakan bawa ke ranah hukum. Tapi, saya pastikan jika sistem ini tidak ada masalah,” tambahnya.

Pihaknya mengaku akan melakukan penataan ulang. Misalnya pedagang yang sebelumnya mendapatkan lebih dari satu kios tentu akan ditarik kembali, karena perda mengatur satu pedagang hanya boleh mendapatkan satu lapak sesuai arahan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. “Nanti yang dapat lebih dari satu akan kami keluarkan. Ini kami tegakkan sesuai arahan Pak Wali. Misalnya ada anaknya dapat, istrinya dapat, akan kami keluarkan salah satu. Pekan depan kami kumpul lagi. Satu pengurus membawa empat perwakilan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Nurkholis menerangkan, jika agenda pertemuan kemarin untuk mendengarkan masukan masing-masing kelompok pedagang. Harapannya, ada solusi yang menguntungkan bagi pemerintah ataupun pedagang alias win-win solution. “Secara sistematis kan kawasan Johar ini tidak bisa menampung jumlah pedagang. Gedung yang terbangun pun tidak sebanding dengan jumlah pedagang. Tapi nanti akan kita carikan solusi,” bebernya.

Baca juga:  Longsoran Nyaris Timpa Bangunan SDN Kalibanteng Kidul 02

Ia mencontohkan, Pasar Yaik Baru dan Yaik Permai yang semula ada, kini sudah tidak ada. Artinya, penataan ulang ini perlu perhitungan dan kebijakan, apalagi selain pedagang kios dan los, juga ada data pedagang dasaran terbuka (DT) serta pancakan. “DT ini akan kami tempatkan di Shopping Center Johar. Jika masuk di Johar, merusak tatanan yang sudah ada,” katanya.

Penataan, kata dia, masih mengacu data yang ada di aplikasi E-Pandawa. Dari data yang ada, pedagang yang tercatat sudah mencapai 70 persen atau sekitar 2.200 dari total 3.800 pedagang. Sisanya adalah pedagang DT yang sebenarnya sudah mendapatkan notifikasi, tinggal melakukan berita acara serah terima.

“Kami menata berdasarkan data yang ada. Harapan kami, semua pedagang daftar karena itu sudah menjadi tools. Saya ada kekhawatiran kalau tidak daftar tidak ikut tertata. Tadi, sudah disampaikan penataannya dihentikan sementara,” paparnya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya