alexametrics

Pasar Johar Baru Masih Sepi Pedagang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kompleks kawasan Pasar Johar Baru masih sepi. Belum ada setengah dari lapak yang tersedia terisi oleh pedagang. Meski begitu, beberapa pedagang terlihat sedang melakukan pembuatan lapak jualan.

Salah satu pedagang plastik Pasar Johar Tengah Tarno mengaku, dirinya sudah pindah ke Pasar Johar Baru sebelum kebakaran Pasar Johar Relokasi. Setidaknya setengah dari barang dagangannya sudah berada di Pasar Johar Baru. Sayangnya masih sepi pedagang, sehingga masih membiarkan sebagian dagangannya di Pasar Johar Relokasi MAJT.

“Kini barang dagangan saya yang di Pasar Johar Relokasi sudah habis terbakar semua. Saya tinggal jualan apa yang ada disini Pasar Johar Baru saja,” katanya.

Baca juga:  134 Hunian Liar Dibongkar Paksa, Warga Cebolok Melawan

Menurutnya, lapak di Pasar Johar Baru lebih kecil dari sebelumnya. Bahkan belum bisa leluasa mengatur lapak, karena masih dibatasi oleh pemegang proyek.

“Kalau sampai ada yang rusak sedikit saja, lapak saya bisa diambil alih lagi oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang. Makannya ini masih seadanya saja,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya, Disdag sedang berdiskusi dengan ketua kelompok pedagang untuk memberikan bantuan kepada pedagang terdampak kebakaran. Sampai Minggu (6/2) belum ada bantuan sama sekali kepada pedagang.

“Sekarang serba bingung. Mau jualan disini sepi. Jualan disana barangnya sudah habis. Dulu sebelum kebakaran, saya dua hari disini, dan hari lainnya di Pasar Johar Relokasi,” katanya.

Baca juga:  Kisah Pilu Pensiunan Polisi yang Terpaksa Jadi Manusia Silver, Kapolda Jateng Turun Tangan

Lain halnya dengan pedagang sembako Triyanto. Dia pernah menanyakan ke Disdag tentang listrik. Penarikan terakhir pembayaran listrik adalah Desember. Artinya Januari sudah lepas dan tidak dibayar oleh dinas.

Sedangkan MAJT belum melakukan penarikan listrik pasar. “Berarti kalau dinas dan MAJT sudah tidak menarik listrik, listrik akan dicopot dari PLN, pedagang harus pindah karena tidak ada listrik,” ujarnya. (cr1/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya