alexametrics

Asyik Ngobrol, Temukan Elang Laut

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng menerima satwa langka, yakni Elang Laut. Burung dilindungi tersebut ditemukan Afandi, 60, warga Kampung Srinindito, Ngemplak Simongan, Semarang Barat, ketika sedang asyik ngobrol di depan rumah.

Saat itu, Rabu (2/2) sekitar pukul 13.30, Afandi sedang asyik mengobrol dengan tetangganya. Tiba-tiba terdengar seperti benda jatuh dari salah satu pohon di dekatnya. Setelah didekati, ternyata seekor Elang Laut dada putih. Dia pun langsung menangkap burung pemangsa tersebut.

“Iya yang menemukan bapak saya, sudah kami serahkan ke BKSDA Jateng,” terang saksi mata, Devi, Jumat (3/2).

Elang Laut dada putih dengan nama latin Haliaeetus Leucogaster itu juga biasa dijuluki “mesin terbang”. Merupakan satwa langka yang dilindungi. Wilayah persebarannya dari Kepulauan Karimunjawa, pesisir pantai Jawa, Nias, Mentawai, Kepulauan Seribu, Pulau Bawean, Selain itu, juga ada di Pulau Komodo, Pulau Bali, Sulawesi hingga Papua.

Baca juga:  Dorong Penyempurnaan Mobil Esemka

“Kemampuan terbangnya mencapai 115 kilometer per jam,” kata salah satu petugas polisi hutan dari BKSDA Jateng Rimbawanto

Sementara, Kepala BKSDA Jateng, Darmanto, mengatakan, elang laut dada putih yang diamankan di Kampung Srinindito termasuk dalam status konservasi rendah. Melihat dari rentang sayap dan postur tubuhnya, Darmanto memperkirakan jika elang laut dada putih tersebut telah berusia dewasa. “Ini adalah hewan yang dilindungi,” tegasnya.

Pihaknya bersama dokter hewan akan terus memantau perkembangan perilaku satwa tersebut selama di kandang. Jika perilakunya masih liar, maka elang laut dada putih akan dikembalikan ke alam bebas.

“Kalau sudah tidak liar maka direhabilitasi di kandang habituasi milik Pemprov DKI Jakarta. Kemudian ditaruh ke Kepulauan Seribu untuk mengembalikan sifat liarnya,” katanya.

Baca juga:  Jaga 36 Ha Hutan Masih Lestari di Hulu Serayu

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak lagi memelihara burung elang. Selain termasuk satwa langka, memelihara elang justru membahayakan ekosistem dan melanggar Undang-Undang. Darmanto juga akan terus memantau hewan piaraan milik masyarakat dengan melibatkan para mitra Polisi Hutan.

“Kami selalu rutin menyebar mitra Polhut untuk menyosialisasikan larangan memelihara satwa yang dilindungi negara, terutama pelarangan memelihara burung elang,” pungkasnya. (mha/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya