alexametrics

Kerugian Kebakaran Pasar Johar Relokasi Capai Rp 11 Miliar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Penyebab kebakaran Pasar Johar Relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah masih belum diketahui. Petugas Inafis Polrestabes Semarang dan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng telah mengambil sampel abu arang dan kabel listrik untuk bahan penyelidikan. Sementara kerugian akibat kebakaran hebat itu diperkirakan mencapai Rp 11 miliar.

Kemarin, petugas Tim Labfor Polda Jateng bersama Unit Inafis Polrestabes Semarang melakukan olah TKP di Blok F-4 dan Blok F-3. Olah TKP yang dimulai pukul 09.00 itu difokuskan di lokasi yang diduga menjadi titik awal munculnya kobaran api.

“Langkah awal kita melihat kondisi. Dari keterangan saksi yang kita terima, kita lihat ke lapangan, gimana kondisinya, lalu kita olah TKP,” ungkap Kasubdit Fisika dan Komputer Forensik (Fiskomfor) Labfor Polda Jateng AKBP Totok Tri Kusuma Rahmad kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (3/2).

Selama hampir tiga jam hingga pukul 12.00, petugas melakukan olah TKP. Saat meninggalkan lokasi, petugas membawa bungkusan berisi sampel barang bekas kebakaran dari beberapa lokasi di tempat tersebut.

“Kami mengambil sampel abu arang dan instalasi listrik dari (blok) F-3 sama F-4. Kalau titik yang diperiksa ada tiga kios, yakni di F-3 sama F-4, dua (kios) kosong, dan kios satu gerabah. Untuk hasilnya, nanti nunggu hasil pemeriksaan,” bebernya.

Totok mengatakan, lokasi olah TKP di Blok F-3 dan F-4 tersebut diduga merupakan sumber munculnya api. Hal ini berdasarkan dari keterangan saksi mata yang kali pertama mengetahui munculnya asap hingga akhirnya api membesar.

“Untuk saksi, ada dua orang yang melihat secara langsung ada asap itu. Mereka adalah penjaga pasar,” katanya.

Kapolsek Gayamsari Kompol Hengky Prasetyo mengatakan, pihaknya langsung melakukan pengamanan lokasi pasca kebakaran bersama personel TNI.

“Karena dari Labfor Polda Jateng akan datang untuk mengecek penyebabnya apa, makanya kami amankan TKP, jangan sampai rusak,” tegasnya.

Terlihat di Blok F3 dan Blok F4 telah dipasang police line. Meski begitu, sejumlah pedagang tampak keluar masuk mengais sisa barang-barang miliknya yang selamat dari kebakaran.

Baca juga:  Rayakan HUT, Gelar Berbagai Kegiatan

Kabid Humas Polda Jateng Kombespol M Iqbal Alqudusy mengatakan, data sementara jumlah lapak yang terbakar mencapai 512 kios. Kebakaran paling parah terjadi di Blok F-3 dan F-4. “Terdapat 512 kios yang ludes terbakar. Kios-kios tersebut berlokasi di Blok E-1 sampai E-8 serta Blok F-1 sampai F-8,” bebernya.

Menurut keterangan sejumlah saksi, kata Iqbal, api diduga berasal dari kios pedagang jeruk di Blok F-4. Namun dirinya enggan berspekulasi dan meminta supaya menunggu hasil penyelidikan tim Labfor.

“Api cepat menyebar karena antarkios berdempetan dan sebagian besar berbahan kayu. Ditambah lagi saat kejadian angin berhembus kencang. Untuk korban jiwa nihil, sedangkan kerugian material masih didata,” katanya.

Hal senada diungkapkan Korlap Pasar Johar Baru Sutiyono. Ia mengatakan, lokasi yang terbakar di Blok F-1 sampai F-8. Kemudian Blok E-1 sampai E-8.

“Kalau jumlahnya banyak, sampai ratusan kios. Kiosnya ada yang berukuran 4 meter kali 2 meter, dan ada yang 2 meter kali 2 meter. Kalau yang mengetahui kali pertama kebakaran dua anak buah saya,” ujarnya.

Dua orang yang dimaksud Sutiyono adalah Gatot dan Imam. Menurut keterangan Imam, awal mengetahui kebakaran saat sedang melalukan patroli keliling sekitar pukul 18.15. Saat itu, ia sedang di Blok G, dan tanpa sengaja melihat kepulan asap di atas Blok F antara 3 dan 4.

“Saat waktu kontrol, saya meliat asap di Blok F-4. Awalnya ada asap, cuma persisnya di lokasi titik mana kurang tahu. Terus saya lari ke arah jalan, cari bantuan alat Apar (alat pemadam api ringan). Pas balik ke sini api sudah besar,” jelasnya.

Menurut petugas keamanan pasar ini, saat kejadian lapak di lokasi kebakaran sudah tutup. Pihaknya juga mengaku tidak melihat adanya orang mencurigakan di lokasi tersebut. “Pedagang sudah kukutan semua. Tidak ada orang mencurigakan di sekitar sini. Tadi malam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.00,” katanya.

Baca juga:  Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Dituntut 12 Tahun Penjara

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, kerugian akibat kebakaran Pasar Johar Relokasi itu diperkirakan mencapai Rp 11 miliar. Rinciannya, kerugian bangunan pasar mencapai Rp 3,28 miliar, dan kerugian barang dagangan mencapai Rp 7,86 miliar. Selain itu, kebakaran berdampak pada 1.168 kios di Blok E dan F.

Kepala Dinas Perdagangan Nurkholis menjelaskan, terkait jumlah pedagang yang terdampak kebakaran sementara sekitar 163 pedagang. Jumlah tersebut bisa naik karena pendataan masih terus dilakukan. “Jumlah ini indikasi pedagang yang aktif jualan sesuai data dari kepala pasar. Memang ada pedagang yang punya registrasi tapi tidak jualan,” jelasnya.

Terkait tempat relokasi yang disiapkan, Nurkholis menjelaskan ada beberapa alternatif, salah satunya di sekitar Pasar Kanjengan. Pihaknya sudah melakukan pengukuran untuk mengetahui kapasitas pedagang yang bisa tertampung. “Sedang kami susun, tadi sudah kami ukur bisa muat berapa pedagang,” katanya.

Terpisah, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta agar masyarakat tidak menyangkutpautkan peristiwa kebakaran Pasar Johar Relokasi dengan penataan Pasar Johar baru yang sudah jadi. Hendi –sapaan akrabnya–meminta masalah pembagian kios di Pasar Johar dan pedagang yang tidak setuju, tidak bisa disangkutpautkan.

“Saya pertajam, masalah pembagian kios ini tidak ada korelasi antara pedagang yang tidak setuju dengan peristiwa kebakaran. Ini bagian dari bencana dan tinggal nanti hasil penyelidikan kepolisian seperti apa,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di Balai Kota Semarang, Kamis (3/2).

Hendi menjelaskan, penyebab kebakaran seperti beban listrik berlebih atau unsur lainnya akan diserahkan penyelidikan kepada kepolisian. Pihaknya juga meminta masyarakat untuk tidak disangkutpautkan, karena peristiwa tersebut adalah peristiwa yang sensitif.

“Pemerintah tentu tidak ingin masyarakat sengsara, jangan disangkutpautkan karena ini sensitif. Bahkan kami dengan lintas sektoral berusaha untuk bisa memberikan support dan fasilitas agar pedagang bisa berjualan,” tegasnya.

Baca juga:  16 Kandidat Berebut Tiga Jabatan

Ada beberapa alternatif tempat relokasi yang disiapkan Dinas Perdagangan, namun ia tidak menjelaskan secara pasti tempat yang dipilih. Yang jelas, lanjut Hendi, biaya pembangunan tempat relokasi diambil dari biaya tidak terduga (BTT) APBD Pemkot Semarang. Selain itu, Dinas Perdagangan diminta melakukan pengecekan berapa jumlah pedagang yang terdampak, luasan tempat relokasi, dan lainnya.

“Dari gambar yang ada, masing-masing lapak ini sekitar dua meter. Nah ada pedagang yang punya kios dua dijadikan satu, ada pula kios yang tidak dipakai kita minta dinas mendata, karena jumlah pedagang dan kios ini tidak sama,” ujar Hendi.

Hendi juga meminta Dinas Perdagangan melakukan percepatan untuk menghitung korban dan jumlah lapak yang terbakar. Pasalnya percepatan ini berkaitan dengan tempat relokasi yang akan dibangun Pemkot Semarang. Menurut Hendi, sebelum terbakar ada sekitar 1.200 lapak dan kios di Blok F dan E.

“Rencananya saya juga akan ketemu korban untuk menyerap aspirasi mereka, apa yang dibutuhkan. Tujuannya agar mereka bisa berjualan, data kerugian pun masih kita hitung,” bebernya.

Terkait rencana pembelian bantuan, lanjut Hendi, Bank Jateng akan kembali berhitung dan akan berkonsultasi dengan direksi pusat. Paling tidak, Jumat (4/2) hari ini, hasil konsultasi rapat akan dilaporkan kepada Pemkot Semarang.

“Tadi kita juga undang Bank Jateng untuk bisa membuat skema kredit yang tidak terlalu memberatkan. Bunganya lebih rendah, yang jelas kita prihatin dan berharap pedagang bisa mendapatkan kekuatan dan kesehatan untuk kembali bangkit,” harapnya.

Pihaknya meminta agar pedagang yang sudah memiliki lapak di Pasar Johar yang sudah selesai dibangun untuk segera pindah. Misalnya, untuk pedagang di Johar Selatan, Tengah, Utara, Kanjengan, dan Alun-alun. “Untuk pedagang dagangan terbuka (DT) ini kan baru bisa masuk Mei-Juni, karena awal tahun ini masih proses pengerjaan,” katanya.  (den/mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya