alexametrics

Jukir dan Warga Masih Kesulitan Terapkan Parkir Elektronik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Pemkot Semarang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai melakukan uji coba penerapan parkir elektronik di empat ruas jalan, Rabu (2/2) kemarin.

Empat ruas jalan tersebut adalah Jalan MT Haryono mulai simpang Pringgading hingga Jalan Sidorejo; Jalan KH Agus Salim mulai simpang Pekojan hingga Bubakan; Jalan KH Wahid Hasyim mulai simpang Kauman hingga simpang Beteng, dan Jalan Pekojan mulai simpang Pekojan hingga Jalan Inspeksi.

Sayangnya, dalam penerapan parkir elektronik ini masih ada masyarakat pengguna parkir yang sempat kesulitan karena belum terbiasa. Hal yang sama juga dirasakan juru parkir, karena harus melakukan scan barcode dan tergantung sinyal dari smartphone.

“Sempat ribet sih tadi, harus masuk dulu ke aplikasi e-money ya walaupun pakai Gopay bisa. Tapi, tergantung sinyal juga, tapi bagus kok kalau memang ke depan diaplikasikan terus,” kata Megasurya, salah satu pengguna kawasan parkir di Jalan MT Haryono, Rabu (2/2).

Agar lebih cepat, ia menyarankan agar tarif parkir bisa ditarik ketika pengguna lahan parkir datang. Sehingga pengguna bisa mempersiapkan e-money atau aplikasi pembayaran lainnya jika tidak memiliki saldo. “Kalau bayarnya di depan lebih cepat. Juga bisa persiapan dulu kalau misalnya nggak punya aplikasi ataupun saldo,” tuturnya.

Baca juga:  PSBB Jakarta Diterapkan, 14 Perjalanan KA Dibatalkan

Ardian, pengguna parkir lainnya juga sempat kesulitan untuk membayar parkir menggunakan aplikasi. Sinyal dari smartphone menjadi kendala utama ketika harus masuk ke aplikasi Gopay, ataupun MBanking.

“Harusnya bisa dipermudah. Misalnya pakai tapcash atau etoll, sehingga bisa lebih cepat dan tidak tergantung sinyal,” tambahnya.

Seorang jukir di Jalan MT Haryono Agus Subakso juga mengaku masih kesulitan menggunakan sistem parkir elektronik.  Menurutnya, kesulitan tersebut terjadi karena belum terbiasa menggunakan aplikasi. Setiap transaksi pun membutuhkan waktu sekitar dua sampai lima menit tergantung sinyal dari operator.

“Sinyalnya kadang susah, ini yang bikin lama. Jadi, banyak kendaraan yang terlewat,” keluhnya.

Selain itu, pengguna parkir juga belum terbiasa menggunakan pembayaran nontunai. Pihaknya pun masih memberikan edukasi kepada pengguna, dan masih dibantu oleh petugas Dishub bagi yang membayar tunai.

Baca juga:  Jelang Tutup Tahun, Hotel Santika Premiere Semarang Banjir Promo

“Masyarakat belum semua tahu, dan belum semua cashless. Tadi, ada yang tunai, masnya (petugas Dishub) yang bayar dulu,” ujarnya

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang Danang Kurniawan mengatakan, ada 36 juru parkir (jukir) yang sudah dibekali aplikasi elektronik parkir di empat ruas jalan yang kemarin mulai menerapkan uji coba.

Dikatakan, uji coba dilakukan mulai pukul 09.00. Selama dua jam, sudah ada 400 transaksi parkir yang masuk sistem.

“Namun 20 persen masih error karena pengguna belum melakukan transaksi hingga selesai. Ada 400 transaksi, saya juga kaget bercampur senang. Kami harap progresnya tetap naik terus,” ucap Danang di sela pemantauan ujicoba parkir elektronik di Jalan MT Haryono.

Disinggung adanya juru parkir yang meras kesulitan menerapkan parkir elektronik, Danang menjelaskan jika juru parkir ini sebelumnya sudah diberikan pelatihan dan pembekalan. Namun karena belum terbiasa transaksi tunai menjadi nontunai memang cukup sulit.

“Ada juga berbagai alasan lain, misalnya handphone-nya ketinggalan. Ada yang nggak masuk juga, diganti orang tapi tidak dikasih tahu tentang parkir elektronik. Tentu mengubah kebiasaan ini tidak mudah,” katanya.

Baca juga:  Balita Tewas di Kamar Hotel di Semarang, Diduga Dibunuh Ibu Kandungnya

Dishub, lanjut dia, akan terus melakukan pengawasan hingga mereka bisa menerapkan parkir elektronik secara tertib. Pada tahap awal ini, jika masyarakat masih menggunakan tunai masih dibantu scan barcode menggunakan cashless milik petugas. Ke depan, pengguna parkir harus menggunakan transaksi nontunai misalnya e-wallet, Shopee Pay, OVO, Gopay, maupun M-Banking yang sudah mendukung scan barcode QRIS.

“Rencananya uji coba berlangsung tiga bulan. Bulan pertama ini kami akan melakukan evaluasi, bimbingan, dan peringatan kepada jukir. Nanti bulan ke dua ada penertiban. Jika enggan menerapkan, kami akan ganti dengan juru parkir lainnya,” tegasnya.

Setelah dilakukan uji coba dan setelah ada evaluasi, ke depan penerapan parkir elektronik bisa ditambah di ruas-ruas lainnya. Selanjutnya, diharapkan tidak ada lagi transaksi tunai di lapangan. “Nanti kita akan evaluasi dulu, jika memang diperlukan akan bertambah ruas jalan lainnya,” katanya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya