alexametrics

Dugaan Jual Beli Lapak Johar, Dewan akan Konfirmasi Dinas Perdagangan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangAdanya dugaan jual beli lapak Pasar Johar mendapat perhatian khusus Komisi B DPRD Kota Semarang. Dewan akan mengkonfirmasi Dinas Perdagangan dan perwakilan pedagang terkait karut marut serta dugaan jual beli lapak yang terjadi di Pasar Johar Tengah dan Utara tersebut.

Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Juan Rama Soemarno SAB menjelaskan, jika pihaknya bersama wakil rakyat di Komisi B DPRD akan mengklasifikasi kedua belah pihak terkait adanya dugaan jual beli lapak yang dilakukan oknum pedagang serta empat pegawai dinas terkait tersebut.

“Sejauh ini setahu saya soal pembagian lapak, katanya ada oknum yang bermain. Soal jual belinya kita ataupun temuan pedagang, akan kita konfirmasi lebih lanjut kepada dinas dan pedagang,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (2/2).

Rencananya, Kamis (3/2) hari ini, Komisi B akan menjadwalkan bertemu kedua belah pihak. Terutama terkait kebenaran dugaan yang dilontarkan perwakilan pedagang. Jika memang benar adanya, dinas diminta mengambil sikap. “Nanti akan kroscek kebenarannya, saya akan tanyakan ke dinas sikapnya seperti apa,” ujarnya.

Baca juga:  Hilang Sebulan, Ditemukan Tewas di Rumah Kosong

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Johan Rifai menegaskan, jika lapak yang disiapkan pemerintah untuk pedagang tidak boleh diperjualbelikan, karena merupakan aset Pemkot Semarang.

“Kalau ada bukti dan saksi, mestinya harus diproses. Di sini Dinas Perdagangan juga harus tegas,” katanya.

Fokus dari Kepala Dinas Perdagangan yang baru ,yakni Nurkholis diketahui pada penataan Pasar Johar yang sebelumnya dikeluhkan pedagang. Meski begitu, jika memang ada bukti kuat terkait adanya dugaan jual beli harus ada tindakan tegas dari dinas. “Ini kan aset pemkot diberikan ke pedagang, tidak untuk diperjualbelikan,” tegasnya.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, dalam waktu dekat akan dijadwalkan audiensi antara Komisi B, Dinas Perdagangan dan perwakilan pedagang terkait penataan ulang yang akan dilakukan. Penataan ini juga dianggap penting, agar pedagang bisa berjualan sebelum puasa.

Baca juga:  Sejumlah Kegiatan Siswa Ditunda

“Nanti akan kita kroscek antara pedagang dan dinas. Terkait penataan dan data yang ada, tentu akan kita bahas semua masalah tersebut,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada lebih dari 300 pedagang dari luar Pasar Johar Cagar Budaya masuk, dan mendapatkan lapak di pasar yang dibangun pada masa Kolonial Belanda tersebut. Hal ini semakin menguatkan adanya dugaan jual beli lapak yang dilakukan oknum pedagang dan dinas.

“Ada 300 lebih pedagang yang dari luar Johar Cagar Budaya masuk, dan bisa dapat kios ataupun los. Misalnya, dari Pungkuran ataupun Yaik  Baru, ini kan lucu, dan kami nilai ada manipulasi,” kata kuasa hukum sekaligus perwakilan pedagang, Didik Agus Triyanto, kemarin.

Baca juga:  PGN Gandeng Bank Bukopin

Perwakilan pedagang juga sempat melakukan penelusuran dan menemukan indikasi praktik jual beli dari broker, oknum pedagang, dan petugas dinas. Satu kios yang ada di Johar Utara misalnya, dihargai Rp 165 juta. “Kita sempat jebak oknum tersebut, kami pura-pura mencari kios. Broker ini menyebut harga lapak di Johar Utara Rp 165 juta,” jelasnya.

Memperkuat dugaannya, kemudian ia memberikan uang tanda jadi sebesar Rp 300 ribu lengkap dengan kuitansi. Dalam kuitansi tersebut, jelas tertera nomor lapak dan nama pemilik lapak sebelumnya, serta tanda tangan di atas materai. “Dugaan jual beli ini juga ada orang dinas yang terlibat. Ada pula tim yang menjadi dalang di balik jual beli ini, sudah ada buktinya, dan sudah kita laporkan,” tuturnya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya