alexametrics

Parkir Kota Lama Dikeluhkan, Bus Pariwisata Ditarik Rp 100 Ribu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangTarif parkir kawasan Kota Lama kembali dikeluhkan masyarakat. Belakangan viral di sosial media parkir bus pariwisata dibanderol Rp 100 ribu.

Penggiat budaya dan mantan anggota Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Thahjono Raharjo mengunggah di akun facebook miliknya terkait tarif parkir Rp 100 untuk bus di Jalan Sendowo, Kota Lama Semarang. Dia pun mempertanyakan apakah tarif tersebut resmi atau tidak.

“Jalan Sendowo, Kota Lama Semarang tarif parkir Rp 100 ribu per bus. Tidak jelas apakah itu tarif resmi atau bukan,” tulisnya.

Keluhan tersebut ternyata diamini oleh sejumlah netizen. Misalnya pelaku wisata yang membawa rombongan dengan menggunakan bus. Sebenarnya beberapa kantong parkir memang sudah disediakan, namun bus besar tidak bisa masuk karena terhalang lampu jalan.

Baca juga:  Tak Kuat Nanjak, Truk Kontainer Muatan Kapas Melintang di Tanjakan Tuntang

“Banyak ditemui tukang parkir dengan sedikit memaksa, akhirnya satu kali parkir dibanderol cukup mahal,” kata pelaku usaha travel yang enggan disebut namanya.

Pria berusia 37 ini menjelaskan, pernah ia membawa satu bus ELF ke kawasan Kota Lama. Karena kantong parkir penuh, ada oknum tukang parkir yang mengarahkan armadanya ke sebelah Restoran Pringsewu. “Di sana saya dibanderol Rp 80 ribu, tentu ini harus ditertibkan karena membuat wisatawan keblondrok, apalagi yang dari luar kota,” keluhnya.

Kepala Bidang Pengendalian dan Penertiban (Daltib) Dinas Perhubungan Kota Semarang, Antonius Haryanto mengatakan, Dishub telah melakukan pengecekan terkait temuan dan laporan masyarakat di kawasan Kota Lama, yang mayoritas mengeluhkan mahalnya tarif parkir.

Baca juga:  Pedagang Johar Tak Puas Penataan

“Kemarin, baru kami undercover terkait rentetan giat para jukir liar, lebih tepatnya itu preman,” ujarnya.

Meski sudah kerap ditertibkan dengan tim Saber Pungli Polrestabes Semarang dan mendapatkan sanksi tindak pidana ringan (Tipiring), jukir liar ini seakan tidak kapok dan kembali mengulangi perbuatannya.

“Kami sedang berkomunikasi dengan Tim Elang Polrestabes Semarang untuk menyelesaikan persoalan ini, semoga tidak terjadi lagi,” harapnya.

Ia pun meminta masyarakat atau wisatwan bisa parkir di kantong parkir yang tersedia di kawasan Kota Lama. Misalnya bus besar ataupun ELF bisa menggunakan lahan parkir di Stasiun Tawang yang cukup representatif.

“Sayangnya, karakter masyarakat juga masih enggan repot. Mereka ingin parkir di dekat lokasi. Padahal, banyak kantong parkir yang tersedia di Kawasan Kota Lama,” pungkasnya. (den/zal)

Baca juga:  Dukun Cabul Ternyata Melancarkan Aksinya di Beberapa Tempat

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya