alexametrics

Kerja Cerdas dan Tekuni yang Sudah Ada

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Tahun Macan Air memberi harapan untuk bangkit usai diterjang badai Covid-19. Perhatikan kesehatan dan keselamatan. Ada kesempatan untuk meraih prestasi.

Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) Provinsi Jawa Tengah Gouw Andy Siswanto menjelaskan, Sincia atau tahun baru Imlek merupakan perayaan penting bagi mayoritas etnis Tionghoa di seluruh dunia dan keturunannya. Pada dasarnya, Sincia merupakan perayaan pergantian tahun menurut kalender Tionghoa.

Perayaan ini berlangsung selama 15 hari terhitung sejak bulan pertama sampai hari ke15 yang dikenal sebagai Cap Go Meh atau Festival Lentera. “Perayaan tahun baru Imlek selama pandemi dilakukan sesederhana mungkin,” katanya.

Malam tahun baru Imlek biasanya dimulai dengan makan malam, reuni, atau pesta dengan keluarga besar. Pada malam ini pula dilakukan tradisi pemberian angpao, amplop berwarna merah berisi uang. “Malam ini makan malam bersama keluarga besar, besoknya Sincia,” jelasnya

Baca juga:  Kelenteng Tertua di Semarang Masih Kokoh meski Terjepit Ruko

Saat Sincia, biasanya orang Tionghoa di seluruh dunia memakai baju merah dan saling mengunjungi. “Biasanya di rumah juga menyediakan jeruk, buah limau bali, kue dan minuman, dan di situ lah saling mengunjungi selama 15 hari. Yang muda mengunjungi yang tua. Yang tua juga menyiapkan angpao. Jadi anak-anak bahagianya di situ,” tutur pengusaha di bidang penjualan barang elektronik ini.

Gouw Andy Siswanto memberikan pesan, tahun ini kita harus kerja cerdas dan tekuni yang sudah ada. Tahun ini ada kesempatan dapat prestasi, perhatikan kesehatan dan keselamatan, keuangan perlu berhemat, dan tiga warna baju hijau, biru, hitam. Bila membeli properti menghadap ke timur dan barat laut. “Dan yang paling penting adalah tetap sehat di 2022,” tegas Andy.

Baca juga:  Kenalkan Kungfu Tradisional kepada Generasi Milenial

Ia berpesan kepada generasi muda perlu mengetahui adat-istiadat dan tradisi. Karena keduanya memberikan hal yang baik dan berguna, sehingga keluarga menjadi rukun, saling berbagi, dan penuh kebahagiaan.

“Seperti yang saya sampaikan di tradisi Imlek perlu diketahui anak-anak muda. Janganlah kita ikut-ikutan budaya yang modern, kita perlu mempopulerkan dan harus dilestarikan,” tuturnya.

Selain itu, generasi muda perlu mengetahui dan menjalankan tradisi yang dianggap sebagai budaya karena sesuatu yang baik dan membahagiakan. “Jangan tinggalkan tradisi dan budaya,” ungkapnya. (fgr/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya