alexametrics

Jelang Imlek, Basuh Kaki Orang Tua

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Jelang Tahun Baru Imlek, Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong menggelar tradisi basuh kaki orang tua. Kegiatan tersebut dilangsungkan di Gedung Rasa Dharma, Pecinan, Semarang, Minggu (30/1). Terlihat beberapa orang tua dan anak berkumpul sejak pagi.

Prosesi basuh kaki dimulai dengan orang tua duduk di kursi, sementara anaknya bersimpuh di bawahnya. Kemudian secara perlahan anak membasuh kaki orang tua menggunakan air dalam baskom yang telah disiapkan di bawah kursi.

Menurut Ketua Perkumpulan Boen Hiang Tong Harjanto Halim, makna kegiatan membasuh kaki orang tua tersebut, dirinya ingin mengingatkan kembali intisari dari Imlek, yakni fokus di keluarga dengan membasuh kaki orang tua, baik papa, mama, kakek, dan nenek.

Baca juga:  Kendaraan Berat Boleh Melintas, Jalan Siliwangi Macet Lagi

“Kegiatan ini mengingatkan bahwa dengan adanya orang tua, kita ada di dunia ini, dan ini wujud bakti dalam ajaran konghucu,” kata Harjanto Halim kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakan, bakti tersebut diwujudkan melalui ritual basuh kaki menjelang Imlek. Anak-anak dapat mengingat kembali peran dan jasa orang tua. Selama ini, kata dia, kebanyakan orang menganggap Imlek itu identik dengan bagi-bagi angpao dan pesta, padahal tidak.  “Imlek itu kembali kepada urusan bakti kepada keluarga,” tandasnya.

Dalam kegiatan ini, para orang tua duduk di kursi, sementara anak-anak duduk bersimpuh di bawahnya. Mereka membasuh kedua kaki orang tua masing-masing. Warga Kota Semarang banyak yang mengikuti kegiatan ini.

Baca juga:  Jika Cantik Adalah Putih, Itu Salah Besar

Ada juga peserta yang datang dari luar Kota Semarang. Peserta kegiatan ini tidak hanya penganut agama Konghucu saja, ada juga dari pemeluk agama Islam.

Menurutnya, agama tidak boleh menjadi tembok. Agama harus jadi pintu dan jembatan. “Ritual seperti ini bisa diikuti dari lintas agama, ras, dan suku untuk menjalin silaturahmi. Agar silaturahmi tidak putus di tengah jalan,” jelasnya.

Angel, peserta asal Kudus mengaku baru kali pertama mengikuti kegiatan ini. Perasaan sedih terasa saat ia membasuh kaki neneknya. Ia mengaku, dengan umur neneknya yang sudah senja, ia berkeinginan agar neneknya dapat menemaninya sampai jenjang pernikahan.

“Berbakti itu tidak hanya kepada orang tua saja, tapi juga dengan nenek. Saat membasuh tadi, rasanya sedih, dan kena banget gitu,” kata Angel. (cr2/aro)

Baca juga:  Kelola Sampah Pakai Aplikasi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya