alexametrics

Pemkot Semarang Uji Coba Parkir Elektronik di 34 Titik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangSistem parkir elektronik tahap pertama akan diterapkan di 34 titik. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, saat ini tengah menggencarkan pelatihan terhadap juru parkir (jukir) terkait penggunaan aplikasi parkir elektronik. Rabu (26/1) kemarin, ada 34 jukir yang mengikuti pelatihan.

Kabid Parkir Dishub Joko Santosa menjelaskan, masing-masing jukir akan mendapatkan aplikasi parkir elektronik untuk menarik retribusi. Sistem pembayarannya melalui kode QRIS yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. “Pelanggan parkir langsung men-scan QRIS untuk pembayaran retribusi,” jelasnya.

Sistem pembayaran retribusi parkir tidak hanya menggunakan E-Wallet, bisa memakai transaksi non-tunai melalui Ovo dan Gopay. “Ke depan juga bisa menggunakan E-Money seperti kartu tol,” tambahnya.

Baca juga:  Jaring 9.408 Aduan Masyarakat

Sementara 34 titik parkir elektronik akan diuji coba di kawasan MT Haryono, Jalan Agus Salim, dan Pecinan. Sistem tersebut akan dijalankan mulai pukul 09.00-17.00. Sementara ketika malam, metode penarikan retribusi dilakukan secara konvensional. Aktivitas jukir dalam menarik retribusi juga akan dipantau melalui dashboard milik Dishub.

“Kami punya dashboard jadi kalau misal tidak ada aktivitas sama sekali dalam setengah jam maka petugas akan langsung memantau ke lapangan, jadi memang ada notifikasi di dashboard kita,” tandasnya.

Joko menambahkan, apabila jukir menerima uang tunai dari masyarakat, transaksi harus tetap dimasukan ke dalam parkir elektronik menggunakan e-wallet dari jukir.

“Kalau masyarakat belum memiliki e-wallet, jukir sudah menyiapkan. Jadi, transaksi ke kami tetap non-tunai,” katanya.

Baca juga:  Takut Terpapar Korona, Warga Serbu Pemeriksaan Gratis

Dengan diberlakukannya parkir elektronik, jukir tidak lagi menerima pendapatan secara tunai. Pendapatan parkir akan masuk ke rekening penampungan dinas. Sesuai Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 70 Tahun 2021 tentang Pelayanan Parkir Tepi Jalan Umum dengan E-Parking, jukir akan mendapat 40 persen dari hasil pendapatan parkir.

“Nanti dari pendapatan masuk rekening penampungan dinas. Begitu pukul 20.00, langsung masuk ke rekening jukir,” pungkasnya.

Sementara itu, Ahmad Mustain, Jukir di Jalan MT Haryono mengaku sedikit kesulitan untuk mengaplikasikan program tersebut. Bahkan salah satu rekannya harus membeli smartphone agar bisa tetap bekerja dan menerapkan parkir elektronik.

“Kita harus coba di lapangan dulu, kerja kami di lokasi terbuka. Takutnya kalau kondisi hujan akan kesulitan mengakses program ini,” katanya. (den/zal)

Baca juga:  Kostum Terbaik Dapat Hadiah, Setelah Nyoblos Bawa Pulang Jajan Pasar

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya