alexametrics

Dinkes Klarifikasi Video 19 Detik Vaksinasi Anak Tanpa Ditekan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Sebuah video dengan durasi 19 detik ramai diperbincangkan masyarakat. Dalam video tersebut, diketahui salah satu petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, sedang melakukan vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 di sekolah swasta.

Seorang siswi berbaju kuning-orange tampak duduk tenang ketika lengan bajunya dilipat sebelum mendapatkan vaksinasi. Di sebelah kirinya, ada perempuan berkerudung yang merupakan vaksinator dan siap melakukan penyuntikan kepada siswa tersebut.

Namun dalam video itu, petugas vaksinator tampak menancapkan jarum suntik ke lengan si bocah. Namun setelah jarum masuk, petugas terlihat tidak menekan pluger agar vaksin masuk ke tubuh bocah tersebut. Padahal dalam tabung alat suntik itu, ada cairan yang merupakan vaksin, petugas tampak mencabut jarum suntik dan langsung menutupnya dengan kassa.

Baca juga:  PN Semarang Eksekusi Rumah Dinas Polda Jateng, Kondisi Sudah Kosong

Menanggapi video yang beredar, kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, M.Abdul Hakam pun mengklarifikasi terkait beredarnya video tersebut. Menurut dia, kejadian tersebut adalah sebuah kesalahpahaman atau miss komunikasi.

Selain itu, ia menyebut jika vaksinartor sudah melakukan penyuntikan sesuai SOP antara lain menggunakan handglove dan handsanitizer. Jarum suntik juga sudah diisi vaksin.

“Petugas kami tidak menyuntikkan vaksin kosong. Saat petugas akan melakukan aspirasi (tarikan di awal suntikan), terlihat ada sedikit darah sehingga petugas mencabut kembali suntikkan karena berisiko masuk ke pembuluh darah,” katanya, Rabu (26/1) saat dihubungi melalui sambungan telpon.

Dengan pertimbangan itu, lanjut Hakam petugas menunda penyuntikan vaksinasi dosis kedua pada siswa tersebut. Sayangnya, petugas vaksinator tidak menjelaskan atau menyampaikan kejadian tersebut kepada pihak orang tua ataupun pihak sekolah.

Baca juga:  Tetap Legawa Meskipun Kangen dengan Suasana Gereja

“Yang jadi permasalahan, di belakang sudah numpuk banyak, jadi tidak disampaikan langsung kepada orang tua yang bersangkutan. Karena divideo, kemudian menjadi berkembang seperti sekarang,” tuturnya.

Hakam menegaskan, setelah mengetahui video tersebut pihaknya meminta petugas vaksinasi ataupun Puskesmas setempat langsung pergi ke sekolah untuk menjelaskan secara rinci pemasalahan yang ditemui vaksinator kemarin.

Menurut dia, Dinkes juga telah menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan pendampingan kepada puskesmas penyelenggara vaksinasi untuk menyampaikan kronologi kejadian.

“Orang tua siswa juga telah menerima penjelasan terkait hal itu, vaksinasi ulang juga telah dilakukan disaksikan sekolah dan orang tua. Alhamdulillah edukasi yang kami lakukan Selasa kemarin, si anak itu sudah mendapatkan dosis kedua,” pungkasnya. (den/ap)

Baca juga:  September, Gedung Parkir Ditarget Selesai

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya