alexametrics

Melatih Skill Napi Harus Sabar dan Telaten

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Semarang (LP Bulu) terus meningkatkan skill warga binaannya. Harapannya setelah keluar dari LP Bulu, tetap dapat produktif. Karena itulah, selain memberikan pelatihan menjahit, salon, membatik, barista, awal tahun ini juga menyelenggarakan pelatihan sulam dan bordir.

Salah satu instruktur pelatihan Jimah Sumanti dari Rumah Kebaya Baikunti mengatakan, mengajari para narapidana ini menjadi pengalaman barunya. Menurutnya, lebih mudah mengajari masyarakat umum ketimbang narapidana.

“Bordir kan keterampilan ya, mengajari narapidana ini harus sabar dan telaten. Lebih mudah orang biasa. Kesulitannya ya mungkin mereka terpaksa kali ya. Kalau di luar kan kemauan sendiri,” ujarnya di sela mengisi pelatihan.

Baca juga:  Antre Sejak Pagi, Animo Vaksin Tinggi

Ia tertarik untuk bekerjasama dengan LPP Semarang, karena ingin menularkan ilmu untuk para narapidana. Supaya, setelah keluar dari lapas dan terjun ke masyarakat sudah membawa bekal. “Kalau ada bekal, walaupun mantan napi ada rasa percaya diri,” ungkapnya termotivasi.

Pelatihan berkelanjutan ini dilaksanakan selama 24 hari ke depan. Dalam sehari memakan waktu enam jam. Pada pelatihan sebelumnya, para napi mampu membuat berbagai karya. Di antaranya dompet, masker, baju, jilbab, hingga tas.

Selain ilmu, mereka juga akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti legal telah menyelesaikan pelatihan. Sertifikat ini dapat digunakan untuk mencari pekerjaan atau membuka lapangan pekerjaan baru.

Kepala LPP Bulu Kristiana Hambawani mengatakan, pelatihan Bersertifikasi Sulam Pita dan Bordir ini diikuti 20 warga binaan. Penjaringan pelatihan berdasarkan assessment Balai Pemasyarakatan (Bapas) Semarang untuk menentukan bakat dan minat. Adapun pelatihan ini bekerjasama dengan Rumah Kebaya Baykunti dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Lokapita.

Baca juga:  Siapkan Sekolah New Normal, Tatap Muka Dua Kali Seminggu

Kristiana mengatakan, ia ingin para napi memanfaatkan pelatihan dan benar-benar menyerap ilmu yang diberikan oleh para instruktur. Hal ini dapat menjadi bekal ketika bebas dari tahanan dan kembali ke masyarakat.

“Ilmu ini untuk bekal ketika bebas. Bahkan bisa menularkan ilmu yang sudah didapat kepada orang lain. Semoga bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,” tutur Kristiana. (ifa/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya