Perlu Mitigasi Bencana Daerah Rawan Longsor

50
BERI SEMANGAT : Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi ketika mengunjungi korban longsor di Kelurahan Tandang Jumat (21/1). (HUMAS PEMKOT SEMARANG)
BERI SEMANGAT : Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi ketika mengunjungi korban longsor di Kelurahan Tandang Jumat (21/1). (HUMAS PEMKOT SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Memiliki wilayah dengan topografi yang unik, potensi tanah longsor bisa kapan saja terjadi di Kota Semarang. Mitigasi bencana longsor ini diperlukan agar bisa dilakukan antisipasi.

“Dengan adanya mitigasi bencana, dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan, seperti korban jiwa maupun kerugian materi,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi usai memberikan bantuan kepada korban longsor di Delikrejo, Tandang, Jumat (21/1).

Tia Hendi begitu ia disapa, menjelaskan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang perlu berkoordinasi untuk menanggulangi potensi bencana yang ada di Kota Semarang.

“Ini jadi catatan. Pemkot Semarang bisa segera menindaklanjuti musibah tanah longsor. Salah satunya dengan menalud tebing agar tidak terjadi longsor di kemudian hari,” lanjut Tia.

Baca juga:  Punya Me Time di Sela Kesibukan

Tia didampingi Plt Kepala Dinas Sosial Indriyasari, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Semarang Masdiana Safitri, dan anggota DPRD Lely Purwandari, menyerahkan bantuan berupa sembako, tikar, dan selimut bagi para korban tanah longsor.

Selain itu, Tia meninjau kondisi terkini hunian warga yang dilaporkan mengalami longsor beberapa waktu lalu. Saat menyerahkan bantuan, Tia mengungkapkan keprihatinannya dan memberikan motivasi kepada korban musibah longsor. “Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan bermanfaat dan panjenengan diberikan ketabahan serta kekuatan,” tutur Tia.

Sementara Lurah Tandang Ony Gunarti yang turut mendampingi istri wali kota menuturkan, rumah yang roboh akibat tanah longsor yakni rumah milik Winarno, Widodo, dan Yuliani. Sedangkan korban meninggal dunia adalah Andika Dewa Pratama, yang merupakan anak dari Winarno. “Total kerugian sekitar 50 juta rupiah,” terang Ony. (den/ida)

Baca juga:  Mitigasi Bencana, Butuh Peran Semua Pihak