alexametrics

Warga Semarang Rela Antre Demi Divaksin Booster

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Antusiasme masyarakat untuk mendapatkan vaksin dosis ketiga atau booster ternyata sangat tinggi. Sentra vaksinasi di Mal Tentrem yang menjadi jujukan masyarakat untuk mendapatkan vaksin dipenuhi warga hingga antre panjang.

Mereka berdesak-desakkan untuk masuk ke lantai 2 tempat dilakukan skrining dan vaksinasi. Mereka membawa secarik kertas berwana hijau yang merupakan nomor antrean.

Petugas mal berusaha mengatur jarak. Bahkan, menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, antrean panjang ini terjadi karena masyarakat yang belum mendapatkan E-Ticket juga ikuti antre. “Tadi saya antre sekitar satu jam, agak berdesak-desakkan juga. Antrenya juga cukup panjang,” kata Sutardi, perserta vaksinasi usai mendapatkan vaksin Senin (17/1).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang M Abdul Hakam mengamini antusiasme masyarakat untuk mendapatkan vaksin booster sangat tinggi. Agar tidak ada antrean atau mencegah peserta vaksinasi berdesakan, perlu ada screening stopper di sentra vaksinasi.

Baca juga:  Kekurangan ASN Tenaga Pendidikan dan Kesehatan

“Peminatnya banyak. Ada yang belum jatahnya vaksin juga ikut antre. Misalnya di Mal Tentrem, harus ada screening stopper yang enam bulan supaya orang antre yang benar-benar yang sudah waktunya divaksin,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya akan kembali melakukan sosialiasi, terkait penerima vaksinasi booster yang diprioritaskan bagi warga yang sudah mendapatkan vaksinasi lebih dari enam bulan setelah suntikan kedua. “Intinya semua akan kebagian, tapi saat ini prioritasnya mereka yang sudah lebih dari enam bulan,” jelas Hakam.

Pada pekan kedua pelaksanaan vaksinasi booster, lanjut Hakam, Pemkot Semarang memperbanyak tempat vaksinasi. Selain di 37 puskesmas dan 12 rumah sakit, vaksinasi booster juga dibuka di sentra vaksinasi Mal Tentrem, Sam Poo Kong, dan Poltekkes mulai Senin (17/1) kemarin.

Baca juga:  Beli Ganja Secara Online, Diedarkan di Lingkungan Kampus

“Besok sudah kami sisir semua. Yang kemarin melakukan V1 ada beberapa perguruan tinggi, kami ajak lagi untuk buka layanan. Vaksinasi dilakukan Dinkes dan Puskesmas,” terangnya.

Untuk capaian vaksinasi booster yang dilakukan sejak 12 Januari lalu, saat ini mencapai 22 ribu orang yang sudah mendapatkan vaksinasi booster. “Ada sekitar dua juta sasaran. Namun akan kami lakukan bertahap yang sudah boleh divaksin baru sekitar 250 ribu sasaran,” tuturnya.

Pemerintah Kelurahan Padangsari juga menggandeng Puskesmas Padangsari untuk melakukan vaksinasi booster di Balai Kelurahan Padangsari Senin (17/1). Sebanyak 200 dosis vaksinasi untuk warga lansia. “Percepatan vaksin booster diprioritaskan kepada warga lansia 60 tahun ke atas di Padangsari,” kata Lurah Padangsari Sri Agustin Wulandari.

Baca juga:  IDI Jateng Serahkan 200 APD

UPTD Among Jiwo juga melakukan vaksin kedua kepada 82 penghuni UPTD. Plt Kepala UPTD Among Jiwo, Tutik Hendrarwati menjelaskan vaksinasi kali ini merupakan vaksinasi kedua. Sebelumnya, vaksinasi pertama dilakukan pada 20 Desember 2021 lalu. Vaksin jenis sinovac diberikan kepada 82 penghuni UPTD Among Jiwo. “Perempunnya ada 27, sisanya laki-laki. Alhamdulillah tidak ada efeknya,” katanya. (den/fgr/cr2/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya