alexametrics

Dorong Produsen dan Masyarakat Urus Sampah dari TPS 3R

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Yayasan Bina Karta Lestari (Bintari) bekerjasama dengan Rethinking Palstic Uni Eropa dan GIZ, mendorong produsen dan masyarakat aktif berpartisipasi dalam pengelolaan sampah. Pilot project menghidupkan kembali kegiatan pengelolaan sampah di lokasi tersebut selama 4 bulan terakhir dinilai sukses.

Project Manager Rethinking Plastic GIZ Rocky Khoirunan bersama timnya datang langsung ke lokasi LPS TPS 3R di Kelurahan Sambiroto untuk meninjau proses pemilahan sampah.

“Selama ini kami mendorong pemerintah dan masyarakat untuk bertanggung jawab dengan sampah yang kita hasilkan. Padahal di sana ada peran produsen yang sejak awal membuat kemasan sekali pakai. Mestinya mereka juga hadir,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Beberapa bulan terakhir TPS tersebut berhasil memperluas layanan pengangkutan sampah yang semula dari satu RW, kini menjadi 3 RW yakni RW 02, 04, 05. Dari 35 RT yang ada, pihaknya menargetkan 18 RT untuk dapat ikut bergabung dalam program ini dan mulai memilah sampah dari rumah. “Sosialisasi sudah dapat 12 RT dan pemilahan sudah jalan di 9 RT,” terang Fitri Ulul Azizah, pendamping masyarakat dari pihak Bintari.

Baca juga:  Kemensos Perbarui Data Peserta PBI

Menurutnya, membangun SDM jauh lebih penting dari pembangunan fisik. Karena yang telah terjadi banyak bank sampah mangkrak setelah lokasi dibangunkan oleh pemerintah. Maka dari itu, pihaknya mengumpulkan kembali 21 TPS 3R di Semarang untuk saling berbagi dan mencari solusi bersama.

Bila pilot project di TPS 3R Sambiroto dan Mangkang dinilai berhasil, maka 19 TPS 3R lainnya dapat mengikuti sistem pengelolaan dan juga perencanaan layanan keduanya. Kemudian pihaknya akan menggandeng produsen kemasan plastik untuk membeli sampah hasil pilahan masyarakat di TPS 3R tersebut. “Jadi TPS 3R ini setara dengan pengepul, mereka bisa dapat profit lebih dari kegiatan ini,” tambah Farida dari Bintari.

Baca juga:  Diberi Waktu 10-15 Menit Melakukan Ritual, Umat Buddha Berdoa Korona segera Hilang

Warso salah satu penggerak TPS 3R Sambiroto mengaku lebih mudah bekerja dengan sistem yang dijalani sekarang. Masyarakat pun lebih mengerti soal pemilahan sampah dari tiap rumah atau individu. Dalam sebulan pihaknya mampu menampung 1-2 ton sampah dari warga 3 RW. (taf/ida)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya