alexametrics

Ganjar: Pejabat Nggak Perform, Demosi!

13 Pejabat Pemprov Jateng Dilantik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Gerbong mutasi pejabat Pemprov Jateng kembali bergerak. Jumat (14/1) kemarin, sebanyak 13 pejabat pimpinan tinggi pratama dilantik oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Gedung Gradhika Bhakti Praja. Tiga di antaranya merupakan kepala dinas terpilih dari hasil seleksi terbuka yang diwawancarai langsung oleh Ganjar pada minggu lalu.

Infografis
Infografis

Ketiganya adalah Supriyanto sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng asal Kabupaten Pati, Bergas Catursasi sebagai Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng asal Kabupaten Kudus, serta Uswatun Hasanah yang dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng. Sebelumnya, Uswatun adalah Kepala SMA Negeri 1 Purwantoro, Wonogiri.

Usai melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan, Ganjar menegaskan promosi jabatan di lingkungan Setda Provinsi Jateng sebagai hal biasa. Ia menegaskan ASN penjabat harus siap didemosi alias diturunkan jabatannya jika kinerjanya tak maksimal.

“Prosesnya (promosi jabatan) ini biasa saja sebenarnya. Tadi kita sampaikan kepada mereka dan pada saat kami wawancara. Kalau Anda nggak perform Anda tidak saya mutasi, tapi demosi lho,” tegas Ganjar.

Ditegaskan Ganjar lagi, promosi, mutasi, dan demosi merupakan hal yang lumrah terjadi dalam pemerintahan saat ini. Karena orang yang baik juga berpeluang melakukan kekeliruan, dan orang yang tidak baik bisa berubah menjadi lebih baik.

Ganjar meminta kepala BPBD yang baru agar kembali bersiaga memperkuat kesiapan pasukan, serta memastikan seluruh alat dengan baik. Khususnya BPBD dan Dinas SDA untuk siaga banjir. Kemudian berkolaborasi dengan OPD yang membidangi infrastruktur untuk pelayanan masyarakat.

“Kita masih siaga terus sampai di bulan Februari ya, saya minta semuanya untuk standby terus dan koordinasi dengan kelompok infrastruktur, sehingga rakyat terlayani dengan baik,” ujarnya.

Baca juga:  Ganjar Dilirik Golkar, Ini Kata Politikus Senior PDIP

Secara khusus, orang nomor satu di Pemprov Jateng ini berpesan untuk Kepala Disdikbud Uswatun Hasanah. Yakni, terkait pungli, ijazah, dan integritas di satuan pendidikan. Persoalan ini, kata Ganjar, masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas di Disdikbud Jateng.

“Saya masih mendengar pungli, njelehi. Kemarin masih ada SPP sudah kita gratiskan SMA, SMK, SLB, tapi masih ada yang mungut, kasih peringatan,” tandasnya.

Selain itu, Ganjar juga menerima laporan adanya guru yang menyebarkan hoaks terkait pemerintahan pada muridnya. Selain itu, ia juga menyoroti masalah penahanan ijazah.

“Masih banyak orang harus nebus ijazah. Kalau ada yang terjadi di (sekolah) negeri ,dan itu ditahan lama, klarifikasi. Kalau banyak alasan kepala sekolahnya, dicopot,” tegasnya.

Sedangkan kepada kepala Distanbun, Ganjar berpesan agar dalam praktik di sektor tersebut mulai melibatkan artificial intelligent (AI) untuk modernisasi dan menstabilkan harga pangan.

“Pesan saya, umpama yang pertanian lama kosong saya bilang gunakan segala cara pengetahuan kekuatan kewenangan otoritas semuanya, turunkan harga. Minyak, bawang, telur, daging dan kolaborasi di bawah asisten ekonomi dengan cara apa saja,” tegas Ganjar.

Ganjar juga berharap pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik dapat tancap gas dan bekerja menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat yang masih ada. “Jadi PR-PR sebenarnya banyak, tapi ya mudah-mudahan mereka bisa mengerjakan tugasnya dengan baik, dan saya sampaikan kita harus selalu kenceng,” tandasnya.

Lebih lanjut, akhir-akhir ini ia prihatin dengan bencana yang terjadi di daerah, baik bencana alam seperti banjir dan longsor, maupun kasus pemerkosaan panyandang disabilitas yang terjadi di Pati. Ia meminta kasus itu segera ditangani dan didampingi.

Baca juga:  Akhir 2020 Groundbreaking PRPP

Meski begitu, secara menyeluruh Ganjar mengapresiasi integritas jajaran pejabat Jateng. Terlebih baru-baru ini ia menemukan dua anggotanya menolak suap. Sehingga ia tak khawatir bila ada OTT (operasi tangkap tangan) “Kalau ada yang baik, sampaikan masyarakat. Kalau ada yang buruk, sampaikan saya,” katanya.

Selain tiga nama baru tersebut, Ganjar juga melantik sepuluh pejabat pimpinan tinggi pratama lainnya. Yakni, Yulianto Prabowo yang sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat; Suko Mardiono menjabat Asisten Administrasi Setda Prov Jateng dan Budi Santoso dilantik sebagai Kepala Satpol PP.

Kemudian Arif Sambodo dilantik sebagai Kadisperindag, Ema Rachmawati sebagai Kadinkop UMKM. Selanjutnya Kadis Ketahanan Pangan Dyah Lukisari; Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan dijabat oleh Agus Waryanto; Edy Supriyanta sebagai Kadis Kearsipan dan Perpustakaan. Berikutnya, Heri Dwi Purnomo dilantik menjadi Wakil Direktur RSUD dr Moewardi Solo dan dr Tri Kuncoro yang dilantik menjadi Direktur RSJD Surakarta.

Ditemui usai pelantikan, Kepala Disdikbud Provinsi Jateng Uswatun Hasanah menegaskan siap melakukan mandat yang diberikan Ganjar. Sejumlah pekerjaan rumah, kata Uswatun, juga akan disikapinya dengan cepat dan tegas.

“Apa yang disampaikan Pak Ganjar, memang butuh gerakan yang cepat dan dibutuhkan sikap yang tegas untuk mengantispasi tiga hal tersebut, adanya penyimpangan hal-hal yang tidak seharusnya atau tidak on the track,” kata pejabat kelahiran 30 Juli 1976 ini.

Persoalan pungli, Uswatun menegaskan bahwa biaya pendidikan di satuan pendidikan di bawah Pemprov Jateng gratis. Uswatun mengaku siap mencopot oknum jika ditemukan pungli sesuai perintah gubernur.

Baca juga:  Gubernur Ganjar Seleksi Sembilan Calon Kepala Dinas

“Karena sekolah itu sudah gratis, Insya’Allah saya siap. Kalau soal ijazah akan segera ditindaklanjuti, yang jelas sudah ada instruksi untuk tidak menahan ijazah. Bahkan kalau perlu ya kepala sekolahnya dipecat. Memang butuh sikap yang tegas untuk penyimpangan seperti itu,” tegasnya.

Tak kalah penting, merespon kekerasan seksual yang marak terjadi di lingkungan sekolah, ia akan membentuk satgas khusus. Dengan kesepakatan dari berbagai pihak, termasuk sekolah, wali murid, dan juga melibatkan peserta didik itu sendiri. Mantan kepala SMAN 1 Sidoharjo dan kepala SMAN 1 Purwantoro ini ingin mewujudkan sekolah ramah anak yang bukan sekadar semboyan. Namun benar-benar memberikan kenyamanan dan keamanan selama anak menuntut ilmu di sekolah.

Sedangkan Kepala Distanbun Supriyanto juga memiliki ambisi untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai penopang pangan nasional. Tak cukup di ketahanan pangan, ia berencana mewujudkan Jateng berdaulat dan mandiri soal persediaan pangan dari hasil tani. Sehingga mampu menjadi tumpuan bagi wilayah sekitar, baik Jawa Barat maupun Jawa Timur. “Tidak hanya swasembada, tapi juga kemandirian,” tegasnya.

Dalam jangka dekat, ia akan berkolaborasi dengan instansi lain, termasuk Dinas Pertanian di kabupaten/kota untuk mengatasi persoalan harga pangan. Karena harga komoditas pertanian sangat mempengaruhi inflasi. Seperti bawang merah, cabai, hingga minyak goreng.

Kalakhar BPBD Jateng Bergas Catursasi bersiap siaga memantau intensitas hujan hingga Februari mendatang. Kemudian menghimbau titik-titik rawan bencana untuk mulai waspada sejak sekarang. Ia juga akan menggerakan jajaran BPBD di kabupaten dan kota untuk membuka posko siaga 24 jam. Dengan begitu pengaduan di tiap daerah lebih terpantau. (taf/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya