alexametrics

Kerusakan Jalan Gajah Raya Kian Parah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Jalan Gajah Raya terbilang jalur strategis, ternyata mengalami kerusakan. Padahal menjadi akses utama menuju destinasi wisata religi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Banyak wisatawan dari berbagai daerah datang. Akibatnya menimbulkan kemacetan panjang. Banyak pengendara mobil maupun motor berusaha menghindari lubang jalan yang dalam.

Sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan penambalan. Namun kerap kembali rusak. Sebenarnya sudah ada rencana peninggian jalan sejak setahun lalu. Namun hingga kini belum direalisasikan. Kondisi tersebut menyulitkan para pengguna jalan. Apalagi debu jalanan yang mengganggu kesehatan juga.

“Eman-eman. Padahal jalan ini akses menuju MAJT. Ini kan jalur wisata, harusnya segera diperbaiki,” ujar Ayu, pengunjung MAJT.

Baca juga:  Ganti Desain Dua Kali, Landmark Lapangan Pancasila Simpang Lima Diresmikan

Rencana perbaikan jalan sudah direncanakan, tapi terhambat pandemi Covid-19. Sejauh ini dilakukan perbaikan, hanya sebatas ditambal aspal ringan. Menurut keterangan Candra, warga sekitar, jalan ini sudah berkali-kali ditambal, namun rusak lagi.

Hal ini karena aspal tambalan hanya sekedarnya saja, padahal jalan tersebut dilewati banyak jenis kendaraan, termasuk truk muatan berat.

“Perbaikan ya ada, tapi ya gitu, rusak lagi. Perbaikannya hanya ditambal-tambal saja. Dulu katanya mau ditinggikan, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Kasian pengguna jalan sini, padat seperti ini, tapi jalannya rusak, lubangnya dalam,” jelasnya.

Apalagi kondisi jalan rusak, berserakan pasir dan kerikil di sepanjang jalan, sehingga membahayakan para pengguna jalan, utamanya pengendara motor. “Kadang di sini ada kecelakaan, ada motor yang lajunya lumayan cepat, ngerem mendadak, kemudian jatuh. Ya karena banyak pasir dan kerikil,” katanya.

Baca juga:  Setetes Darah Prajurit Selamatkan Jiwa

Jalan itu, jalanan tersebut juga rawan banjir. Apabila jika terjadi hujan panjang, biasanya banjir. “Kalau hujan sampai satu jam tidak berhenti, disini pasti banjir. Kalau sudah banjir, lebih bahaya lagi bagi para pengendara motor, lubangnya tidak kelihatan. Motor banyak yang macet kena air,” tambahnya. (cr1/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya