alexametrics

Empat Rumah Tertimbun Longsor

Di Sukorejo dan Ngijo, Kecamatan Gunungpati

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Selain banjir, bencana tanah longsor juga menghantui warga Kota Semarang. Hujan deras yang terjadi Jumat (7/1) dinihari menyebabkan empat rumah warga rusak tertimbun longsor.

Kejadiannya di wilayah Kelurahan Sukorejo dan Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Selain itu, curah hujan yang tinggi juga menyebabkan jalan di depan SD Negeri 3 Sukorejo amblas hingga permukaan aspalnya terbelah.

Ilustrasi
Ilustrasi

Bencana longsor yang terjadi di Jalan Kalialang Lama IX RT 01 RW I Kelurahan Sukorejo menyebabkan satu rumah warga rusak parah. Lokasi rumah itu berada di pinggir sungai besar di Sukorejo.

Menurut warga Sukorejo, Sulis, rumah yang longsor milik Ratman. Awalnya, hanya separo lantainya yang longsor. Namun selang beberapa hari, semua bangunan rumah roboh dan hanyut terbawa arus sungai di samping rumah tersebut.

“Pertama yang longsor separo saja, terus beberapa hari kemudian karena hujannya deras, semua bangunan rumah tersebut roboh terbawa banjir,” kata Sulis.

Lurah Sukorejo Sudarji mengatakan, jembatan penghubung Jalan Kalialang Lama juga amblas. Amblasnya jembatan ini membuat akses Jalan Kalialang Lama menuju Jalan Ngelosari, Kelurahan Sukorejo terputus.

Hujan deras pada Kamis (6/1) siang dan Jumat dini hari pukul 02.00 kemarin juga mengakibatkan jalan depan SD Negeri 3 Sukorejo amblas. Jalan menuju arah Kampung Jawi Sukorejo itu mengalami retakan sepanjang 20 meter dan lebar hampir 6 meter. Pihaknya bersama anggota Bhabinkamtibmas setempat sudah mengecek jalan yang amblas tersebut. Sudarji juga sudah melaporkan ke Pemkot Semarang agar segera ada penanganan.

Baca juga:  Enam Bulan di Papua, Yonif Raider 400/BR Pulang ke Markas

“Di jalan yang amblas juga sudah dipasang tanda pakai bambu dan potongan ranting pohon agar warga tidak jatuh terperosok,” ujarnya.

Di tempat berbeda, hujan deras juga mengakibatkan talut di Kampung Puntan RW 1 Kelurahan Ngijo, Gunungpati longsor hingga menimpa tiga rumah warga di bawahnya. Selain itu, bangunan semi permanen yang difungsikan sebagai tempat usaha laundry juga ambruk, rata dengan tanah. Adapun ketiga rumah warga yang tertimpa longsoran itu masing-masing milik Bram, Andre, dan Ardi, warga Kampung Puntan RT 6 RW 1 Kelurahan Ngijo.

Rumah Bram tertimpa bagian pagar pembatas hingga tembok kamar belakangnya retak-retak. Selain itu, atap kanopi di bagian samping hancur terkena pohon bambu yang ikut tumbang. “Kalau yang paling parah rumah om Andre,” tuturnya.

Baca juga:  15 Titik di Lebakbarang Longsor

Andre menjelaskan, akibat tertimpa talut itu, tembok rumahnya retak. Yakni, di ruang keluarga dan kamar tidur. “Genteng dan atap kanopi juga hancur,” tuturnya.
Warga lainnya, Ardi, menjelaskan, akibat talut longsor, rumahnya malah kebanjiran. Sebab, reruntuhan material talut menghalangi saluran air. Sehingga air meluber dan masuk ke rumahnya. Bahkan, ia sempat mengungsi ke rumah tetangga. “Kan airnya tidak bisa ngalir, hingga masuk ke rumah saya,” katanya.

Ardi mengatakan, talut yang longsor itu di lahan milik Aura Laundry. Sehingga warga berharap, pemilik laundry ikut bertanggungjawab atas kerusakan rumah warga. Termasuk membersihkan saluran yang tertimbun material talut hingga aliran air lancar kembali.

“Ke depan, kalau membangun talut, tolong konstruksinya yang benar supaya tidak longsor seperti ini lagi,” harapnya.

Penanggungjawab operasional Aura Laundry Yerry menjelaskan, saat kejadian, pihaknya sedang berada di gedung sebelah. Sehingga tidak mengetahui kronologinya.

Pascakejadian, pihaknya langsung mengangkat puing-puing dan mesin laundry yang ikut meluncur menimpa rumah warga. Pihaknya siap mengganti rugi warga yang terdampak.

Diketahui, bangunan yang ambruk tersebut merupakan make over usaha yang lama dengan luas lahan 800 meter persegi. “Talut longsor ini bukan karena tembok kita retak. Tapi, hujannya memang sangat deras,” tuturnya.

Baca juga:  Alih Fungsi Lahan dan Minimnya Resapan Membuat Semarang Atas Rawan Banjir

Sekretaris Lurah Ngijo Ahmad Miranto menjelaskan, selain talut longsor, dua mesin laundry seberat 3 ton juga ikut meluncur ke bawah. “Jadi, bangunan di atas itu tempat usaha laundry di wilayah RT 1 RW 1, lalu di bawahnya ada saluran dan rumah warga RT 6 RW 1. Ada tiga rumah tertimpa talut ambrol tersebut,” ujarnya.

Pascakejadian itu, pihaknya langsung melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pihak BPBD pun sudah memberikan bantuan ke warga yang rumahnya tertimpa longsor.

Warga yang terdampak longsor, Bram, menjelaskan, pada Kamis (6/1) hujan lebat dari pukul 14.00 sampai 17.00. Sekitar pukul 14.30, tiba-tiba talut longsor hingga bangunan tempat usaha laundry roboh. Puing-puing talut itu pun langsung menimpa rumahnya.

“Jadi, bukan karena airnya. Tapi, konstruksi bangunan talutnya memang kurang bagus,” katanya.

Diakui, besi beton talut itu kecil, dan posisi bangunan tidak sesuai standar. “Seharusnya bangunan talut agak miring, tapi ini tegak lurus. Panjangnya sekitar 25 meter,” jelasnya. (cr2/fgr/aro/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya