alexametrics

Setelah Diresmikan Presiden Jokowi, Pasar Johar Sepi Lagi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sehari setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Pasar Johar kembali sepi pengunjung. Selain itu, jumlah pedagang yang membuka dasaran juga berkurang drastis. Sementara pedagang kembali mengeluhkan pembagian lapak jualan yang tidak tepat guna.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, sejumlah pedagang banyak yang tutup setengah hari, karena tidak ada pembeli yang datang. Hanya ada segelintir orang yang datang ke pasar. Saat kedatangan presiden, para pedagang mengaku diminta membuka usaha di Pasar Johar Selatan.

Tapi kemarin, mereka diminta kembali ke lapak yang sebenarnya, di mana lokasinya tidak strategis. Salah seorang pedagang merasa hal itu sebagai upaya pencitraan supaya mendapatkan nama baik.

Baca juga:  Aturan Baru JHT, Perparah Kemiskinan Jateng

Pedagang daging Sumiati mengeluhkan penataan pedagang yang kurang tepat. Dirinya berjualan di dekat lapak pedagang pakaian. Tentu ini kurang menguntungkan bagi padagang pakaian. Sebaliknya, dirinya juga kurang nyaman.

“Seharusnya lapak kami ini berdekatan dengan penjual bumbu dapur atau sayuran, itu lebih pas. Sehingga pengunjung bisa mengakses secara mudah semua jenis kebutuhan pangan dalam satu lokasi,” katanya.

Lha ini malah dekat pedagang pakaian. Jadinya ora payu-payu. Nembe setengah hari wis podo kukut kabeh,” tambah Sumiati.

Dikatakan, dulu sebelum Pasar Johar terbakar, pedagang daging satu los dengan penjual ikan asin dan basahan. Lantai 1 hampir semua untuk pedagang pakaian. Sedangkan lantai 2 sebagian untuk pedagang daging.”Tapi, penataan sekarang malah semrawut,” keluhnya.

Baca juga:  Dokter Pencampur Sperma ke Makanan Istri Teman Divonis Enam Bulan

Karena itu, para padagang berharap agar penataan lapak jualan ditata seperti sebelum kebakaran lagi. Sehingga mereka bisa berjualan seperti dulu.

Para pedagang daging meminta supaya lantai 2 untuk jualan daging, ikan asin, dan ikan laut. Sedangkan lantai 1 untuk jualan sembako, sayuran dan bumbu. Sementara pedagang pakaian ditempat di Pasar Johar Utara, tidak berdekatan dengan pedagang daging.

“Kalau begini kan semrawut, kasihan pedagang pakaian. Kita sendiri juga bingung, jual daging bumbon-nya tidak ada. Saya harap zonasi dan penempatan pedagang diperbaiki lagi,” pinta Romanah, pedagang daging.

Penataan pedagang yang semrawut ini juga dikeluhkan pengunjung. “Saya mau belanja daging, sampai sini malah pedagangnya sudah pada pulang karena sepi,” keluh Suharni, pengunjung asal Gayamsari.

Baca juga:  Perkuat Jateng, Bidik Nasabah Prioritas

Suharni juga merasa kasihan dengan pedagang pakaian, karena lapaknya dekat dengan pedagang daging. “Kasihan penjual pakaian,  jualannya bau daging dan ikan asin,” katanya.

Sejumlah pedagang yang ditemui Jawa Pos Radar Semarang juga mengaku masih berjualan di dua tempat. Paginya di Pasar Johar relokasi MAJT, siangnya di Pasar Johar. “Kami terpaksa buka di sini, biar lapak kami tidak disegel petugas. Sebenarnya di sini sepi pembeli,” kata seorang pedagang yang keberatan ditulis namanya.

Ia berharap agar semua pedagang di Pasar Johar relokasi MAJT dipindahkan secara serentak agar pasar kembali ramai. (cr1/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya