alexametrics

MAJT Akan Bangun Pasar Induk di Lahan Relokasi Pasar Johar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangRencana pembangunan Pasar Induk di Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) kembali muncul setelah kawasan Pasar Johar Baru selesai dibangun.  Bahkan pihak MAJT diketahui tidak memperpanjang masa kontrak kawasan tempat relokasi Pasar Johar yang habis pada Desember lalu.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku sudah mengetahui rencana pembangunan pasar induk oleh yayasan MAJT, dan mempersilakan jika rencana tersebut akan direalisasikan. “Boleh saja, namun pesan saya izinnya harus dipersiapkan terlebih dahulu dan diajukan ke pemerintah,” katanya.

Pria yang akrab disapa Hendi ini menjelaskan, selain izin tempat yang digunakan sebagai pasar induk juga harus ditata dengan baik oleh pihak MAJT. “Kita tidak apa-apa, tempatnya harus dipersiapkan dan ditata dengan baik,” tuturnya.

Sebelumnya ketika ditemui koran ini, Hendi juga meminta agar pedagang yang masih berjualan di tempat relokasi tidak khawatir terkait habisnya masa sewa lahan di MAJT. Meski tidak diperpanjang, sudah ada komunikasi agar masih ditempati sampai Juni 2022.

“Kami masih nego sama MAJT agar bisa dipakai pedagang sampai Juni. Seharusnya Juni tahun depan, semua pedagang bisa masuk ke Pasar Johar. Setelah semua pedagang pindah, MAJT bisa melakukan hal-hal sesuai kepemilikannya,” katanya.

Hendi juga  meminta pedagang yang sudah mendapatkan undian dan nomor lapak segera pindah dan menempati lapaknya di Pasar Johar. Ia menjelaskan, jika penataan di Pasar Johar dilakukan secara bertahap lantaran masih ada blok yang sedang dibangun. “Pedagang yang sudah mendapatkan lapak bisa segera pindah. Sambil menunggu blok yang masih dibangun dan direhab,” ujarnya.

Baca juga:  Kaki Palsu dan Laptop untuk Reno

Pemkot Semarang menyiapkan enam blok, yaitu Johar Utara, Johar Tengah, Johar Selatan, Kanjengan, Alun-Alun Johar, dan Shopping Center Johar (SCJ). Untuk , Johar Tengah dan Utara sudah bisa ditempati, dan menyusul Johar Selatan yang sudah selesai.

“Untuk SCJ akan direhab dulu Targetnya Januari-Mei, pekerjaan sudah dikerjakan. Juni seharusnya pedagang sudah masuk kesana,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang Fravarta Sadman menjelaskan jika Pasar Johar Selatan dan Alun-Alun Johar sudah bisa ditempati para pedagang mulai Senin (3/1) ini. Dirinya pun meminta agar pedagang yang masih di tempat relokasi bisa segera pindah.

“Pengundian sudah dilakukan beberapa waktu lalu bareng Johar Utara dan Johar Tengah, tapi baru bisa ditempati Januari ini, lapaknya sudah siap dan kami undang lagi,” katanya, Minggu (2/1).

Sama seperti Johar Tengah dan Utara, seluruh pedagang yang mendapatkan lapak di Johar Selatan dan Alun-Alun sudah menerima berita acara serah terima lapak. Terkait Pasar Johar Utara dan Tengah yang masih banyak belum ditempati, pihaknya akan melakukan evaluasi dan melakukan pendataan.

“Lapak yang masih kosong di Utara dan Tengah,  akan kami evaluasi. Nanti kalau sudah pada masuk akan semakin kelihatan mana yang kosong-kosong,” ujarnya.

Sementara di Kanjengan, seharusnya sudah ditempati oleh pedagang. Namun pedagang ingin membuat lapak tertutup, sehingga harus ada penyesuaian dan pelaksana proyek dari PUPR saat ini sedang memikirkan permintaan tersebut.

Baca juga:  Kelurahan Kembangarum Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming

“Pedagang inginnya bikin lapak yang tinggi, tapi dibuat tinggi sirkulasi udara terganggu. Dari ahli bangunan memboleh ditambahi, tapi kami tunggu dari desain PUPR. Intinya kami ingin masuk dulu, dan nanti bisa dilakukan sambil jalan,” tuturnya.

Untuk pedagang yang mendapatkan undian di Shopping Center Johar (SCJ), lanjut Fravarta, akan dilakukan perbaikan terlebih dahulu, sehingga dirinya meminta agar pedagang bisa bersabar. “Nanti akan direhab dulu,”katanya.

Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang M. Irwansyah jika penataan di SCJ sudah masuk proses lelang yang diprediksi akan berjalan dua bulan. Anggaran yang dipersiapkan untuk pembangunan dan penataan SCJ sebesar Rp 5 miliar.

“Saat ini sudah mulai lelang, mungkin bisa sampai dua bulan. Mudah-mudah Februari bisa mulai dikerjakan,” tambahnya.

Dia melanjutkan, rehab rencananya akan dilakukan di tiga lantai yakni lantai 3, 4, dan 5. Pihaknya akan menata tempat tersebut sebagai dasaran dan beberapa lapak. Dinding akan dibuka untuk pencahayaan dan sirkulasi udara. “Nanti penataannya di lantai 3,4,5 anggaran yang disiapkan Rp 5 miliar,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, pembangunan pasar induk di MAJT sudah direncanakan sejak 2009 pada masa Gubernur Bibit Waluyo. Namun, karena banyak kendala, proyek tersebut baru dapat direncanakan kembali pada 2022 ini.

Namun ia optimistis pembangunan pasar induk tersebut turut membuka peluang untuk mewadahi ribuan pedagang dan meningkatkan aktivitas perekonomian di Jateng. Sebagian pedagang yang tak dapat kembali ke Pasar Johar pun tetap dapat berjualan.

Baca juga:  Tepergok Warga, Spesialis Rumah Kosong Babak Belur

“Nanti pihak Yayasan Nadir dari Pengelola MAJT akan membicarakan rencana ini dengan sekitar seribu pedagang di masih jualan di sana,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Bila pedagang mendukung upaya positif pengelola untuk membangun pasar induk, proyek dapat dirancang lebih cepat dengan efisien. Sehingga selama proses pembangunan berjalan para pedagang tetap dapat berjualan di sana.

Dengan perkiraan luas 8,5 hektare, nantinya memungkinkan pengelola membuka 3.200 lapak dengan 54 ruko. Luas lapak kurang lebih 4×2 meter persegi.

Gus Yasin-sapaan akrabnya menyatakan optimismenya lantaran di Jateng memang belum memiliki pasar induk. Khususnya untuk pedagang grosir. Kemudian hasil tani seperti sayur-sayuran di Jateng dari kawasan Wonosobo, Temanggung, Bandungan, tergolong besar sehingga perlu difasilitasi.

“Infonya pedagang dari relokasi Pasar johar yang di MAJT masih dapat berjualan sampai Mei atau Juni 2022. Karena setelah itu kabarnya proyek pasar induk akan dimulai,” imbuhnya.

Perencanaan kembali proyek pasar induk itu diduga karena kondisi pandemi terkendali dan perekonomian perlahan pulih. Gus Yasin memperkirakan tak banyak refocusing anggaran di 2022 ini. Sehingga memungkinkan pengerjaan proyek yang sempat tertunda akibat Covid-19.

Lebih detail soal konsep pasar induk, Yasin menyerahkan seluruhnya kepada pihak pengelola. Yakni, dari yayasan maupun pihak ketiga, bila ada nanti. (den/taf/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya