alexametrics

Malam Tahun Baru, Semua Taman Kota Ditutup

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Antisipasi penyebaran Covid-19 di Kota Semarang saat malam pergantian tahun, dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Salah satunya dengan menutup taman-taman yang ada di Ibu Kota Jateng agar tidak menjadi tempat berkumpul masyarakat.

Kepla Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali menjelaskan, pihaknya tidak akan menerima pengajuan izin pemakaian taman saat malam pergantian tahun Jumat ini (31/12). Semua taman dipastikan tidak ada kegiatan untuk malam pergantian tahun. “Belum ada yang mengajukan izin. Tapi kami pastikan ditutup dan tidak ada kegiatan di malam pergantian tahun,” katanya Kamis (30/12).

Ali menjelaskan, pihaknya akan menempatkan petugas untuk menjaga taman-taman yang biasanya digunakan untuk nongkrong masyarakat. Petugas akan memberikan edukasi jika ada kegiatan yang dilakukan masyarakat saat malam pergantian tahun nanti. “Kami memberikan sosialisasi. Bahkan sudah ada pengumuman yang kami pasang di taman-taman yang kami miliki,” tuturnya.

Baca juga:  Kelurahan Pekunden Bangun Taman dari CSR Pihak Swasta

Dia mengingatkan kepada masyarakat bahwa seluruh taman aktif di Kota Lunpia ditutup mulai Jumat ini (31/12) hingga malam tahun baru 2022. Bahkan hingga 2 Januari. Total ada 89 taman aktif yang semuanya ditutup.

Penutupan taman aktif ini menjadi upaya mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19 di Semarang. “Taman yang menjadi jujukan seperti Taman Indonesia Kaya, Taman Pandanaran, Ngaliyan, Meteseh, Banget Ayu, Mijen, dan Simpang Lima juga kami tutup sejak Natal kemarin,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah mengeluarkan instruksi Wali Kota Semarang nomor 9 tahun 2021 terkait pembatasan pada Natal dan Tahun Baru. Salah satunya adalah tempat–tempat publik seperti alun-alun, taman, atau ruang publik lainnya, akan ditutup untuk umum pada 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022.

Baca juga:  Pemugaran Makam KH Sholeh Darat Dirancang Ramah Disabilitas

Dalam aturan tersebut, pembatasan dilakukan di sejumlah sektor, misalnya ekonomi, pariwisata, seni, dan budaya. Untuk pariwisata, tempat hiburan masih boleh beroperasi hingga pukul 22.00 malam dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Manajemen tempat hiburan juga tak boleh menggelar perayaan malam tahun baru. Jika ngeyel, sanksi tegas bakal dijatuhkan misalnya penyegelan tempat usaha.

“Kami menyepakati tidak boleh ada perayaan tahun baru. Jika ada yang melanggar, sanksi siap kami jatuhkan. Seperti pengalaman yang lalu, ada pelanggaran kami panggil. Kalau mengulangi akan kami tutup atau segel selama satu bulan,” tegasnya. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya