alexametrics

Ikan Asap Bandarharjo Rambah Pemasaran Online

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Bisnis ikan asap di Bandarharjo Semarang semakin moncer kiprahnya. Itu karena pemasarannya tak hanya melalui konvensional di pasar, tapi sudah merambah ke media online. Bisnis ikan asap di Kampung Mangut Bandarharjo Semarang pun semakin bagus.

Saat wartawan koran ini berkunjung ke sentra pengasapan ikan di Kelurahan Bandarharjo, langsung disambut dengan aroma amis ikan segar dan aroma khas ikan asap. Saat ini, ada 25 rumah pengasapan yang berjajar rapi di sisi timur Kali Semarang.

Asap yang mengepul dari cerobong setiap rumah produksi, menandakan sedang berlangsungnya proses pemanggangan ikan. Tak hanya itu, di bagian depan rumah produksi juga berjajar rapi kepala ikan yang sedang dijemur.

Baca juga:  Tertinggi, UMK 2020 Semarang Rp 2,7 Juta

“Saya sudah 20 tahunan menggeluti bisnis ikan asap ini. Sebelumnya juga jadi buruh di rumah pengasapan yang lain. Tapi sekarang sudah manggon sendiri,” ungkap Khabrotun, 57, salah satu pemilik rumah pengasapan ikan kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (30/12).

Lebih lanjut dia ceritakan, dalam satu hari biasanya Khubrotun bisa menghabiskan 2,5 kuintal ikan manyung untuk diasapi. Bahkan, sebelum pandemi Covid-19 bisa lebih banyak lagi. Selain itu, pemasaran ikan asap miliknya sudah merambah pasar online. Ia biasa menjajakannya di Facebook, whatsapp, dan media sosial lainnya.

“Kadang juga kirim ke Pekalongan, Jogja, dan Jakarta. Tapi itu kalau ada yang minta saja. Kalau hari-hari biasa ya kadang diambil sama bakul gitu,” terangnya.

Baca juga:  Kejari Kota Semarang Tagih Pajak Rp 2 M

Diakuinya, selama pandemi ini pengasapan ikan terus berjalan. Permintaan juga tidak terlalu banyak berubah. Bahkan hampir seperti saat sebelum pandemi meski awalnya sempat menurun. Biasanya, Khubrotun mengasapi ikan ketika ada permintaan saja. “Sekarang sekilonya Rp 60 ribu. Nek yang bagian kepala ikan ya Rp 30 ribu sekilo,” tuturnya.

Sementara itu, Sandri, 32, salah satu pembeli ikan asap Bandarharjo sengaja meluangkan waktu untuk membeli ikan asap secara langsung. Biasanya ia membawa 10 kg di hari biasa. Adapun ketika weekend, ia bisa membawa 20 kg hingga 25 kg.

“Saya dapat informasi lewat online. Lalu ini saya jual lagi ke pelanggan lewat online juga. Jadi sistemnya pesen dulu terus nanti COD (cash on delivery). Kalau pelanggan ambil banyak ya gratis ongkir,” bebernya.

Baca juga:  Sekali Riding Bisa Diikuti 200 Cyclist

Kendati begitu, Khubrotun dan Sandri berharap agar bisnis ikan asap ini terus menggeliat. Terlebih Kampung Bandarharjo sudah dikenal sebagai sentra pengasapan ikan di Kota Semarang. (dev/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya