alexametrics

Tata Ulang Balai Kota, Kini Lebih Rapi dan Hijau

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Kompleks Balai Kota Semarang ditata oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Konsep yang diangkat sendiri fokus ke penghijauan dengan menambah taman, bunga hias yang ditanam vertikal, serta kolam. Terpenting ramah terhadap difabel.

Plt Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang M Irwansyah mengatakan, jika kompleks Balai Kota Semarang ditata lebih baik, termasuk area pedestriannya ramah terhadap difabel dan ramah lingkungan. Yakni menggunakan sistem beton berpori.

“Kendaraan pegawai atau pengunjung di Balai Kota wajib masuk ke gedung parkir,” katanya Rabu (29/12).

Salah satu titik yang paling ikonik adalah selasar antara gedung Moch Ichsan dan Distaru yang biasanya digunakan untuk parkir, kini sudah ditata sebagai akses pejalan kaki. Pagar pembatas dengan Gedung Bank Jateng ataupun DP Mall, dilengkapi tanaman hias yang ditanam vertikal.

Baca juga:  Memanasi Mesin, Toyota Corolla dan Supra X Hangus

Selain itu, halaman bekalang balai kota yang semula menjadi area parkir roda empat kini menjadi taman yang dilengkapi kolam air mancur dengan peneduh dan tulisan bentuk gunungan.

“Tahun ini baru sisi bekalang yang kami tata. Tahun depan baru yang bagian depan,” ujarnya.

Ditanya konsep pembangunan di bagian depan, Irwansyah mengaku konsep yang diusung hampir sama, yakni penghijauan dan tidak mengesampingkan kenyamanan saat berada di lingkungan Balai Kota.

“Konsepnya hampir sama, kami tata supaya lebih rapi, nyaman, dan hijau. Nanti, pagar depan akan dihilangkan, kami ganti dengan tanaman,” bebernya.

Belum lama ini, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, jika pemakaian tenaga surya akan digunakan di Balai Kota Semarang dan Gedung Pandanaran karena potensi panas bumi yang luar biasa di Indonesia. Bisa dijadikan tenaga surya.

Baca juga:  21 Kota/Kabupaten di Jateng Gelar Pilkada, Bawaslu Libatkan Mahasiswa

“Energi panel surya jadi program prioritas kami selain PLTSa (pembangkit listrik tenaga sampah),” jelasnya.

Ia juga meminta para ASN yang masih staf dan eselon 4 sebisa mungkin menggunakan transportasi umum saat bekerja. Atau bisa memarkir kendaraannya di DP Mall atau kantong parkir lainnya. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya