alexametrics

Kendalikan Narkoba, Kekayaan Napi Capai Rp 4 Miliar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Meski berada di balik jeruji besi di Kelas 1 Semarang alias Kedungpane, justru disalahgunakan untuk tetap berbisnis narkoba jenis sabu-sabu. Bahkan, diduga mampu mengumpulkan kekayaan hingga Rp 4 miliar melalui tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Itu merupakan temuan Ditresnarkoba Polda Jateng. “Tindak pidana pencucian uang dari dua orang tersangka,” kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi saat di Mapolda Jateng Rabu (29/12) kemarin.

Johan Wahyudi alias JW alias Koh Jo alias Joko, 43, warga Banyuagung, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Surakarta. Menjalani hukuman penjara 11 tahun kasus narkoba. Saat ini masih sebagai warga binaan Lapas Kedungpane.

“Yang bersangkutan (Johan Wahyudi) dari tahun 2017 sampai 2021 mengendalikan peredaran narkoba di wilayah Jateng dan sekitarnya,” sambungnya.

Baca juga:  Gandeng Sejiwa, Gojek Layani Difabel

Sedangkan satu orang yang dimaksud adalah Feri Surya Ratnawati alias Fefe, 30, warga desa, Jetis, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Berperan menerima transferan hasil penjualan narkoba dan membelanjakan uang tersebut. Terkait pengungkapan kasus TPPU ini pada 4 November 2021, bersamaan ditangkapnya tersangka Fefe di rumahnya.

“Dari hasil mengungkap kasus TPPU itu, kami amankan hampir Rp 4 miliar. Berupa uang sebanyak Rp 1 miliar lebih, aset rumah serta kendaraan dan lainnya,” bebernya.

Barang bukti yang diamankan adalah uang tunai Rp 1.028.270.000. Satu buah bangunan rumah dua lantai di Sragen dengan luas 300 meter persegi. Empat unit mobil dan tiga sepeda motor.

Selain itu, tiga buah kartu ATM, dua buah buku tabungan, dua buah token key BCA, dua unit handphone, tiga lembar bukti penarikan tunai dan satu lembar bukti setoran BCA. “Ini merupakan ungkapan kasus yang luar biasa sekali,” katanya.

Baca juga:  Hendi Optimistis Wujudkan Transportasi Kereta dalam Kota

Ditresknarkoba Polda Jateng Kombes Pol Luthfi Martadian mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula setelah anggotanya berhasil menangkap seorang pengedar narkoba bernama Tommy Winanto, di halaman Hotel Ramada, Jalan Adi Sucipto, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, 22 Maret 2021 lalu.

“Barang bukti yang diamankan 18,19946 gram sabu. Kemudian kami kembangkan, ternyata barang tersebut didapatkan dari JW yang statusnya sekarang sebagai warga binaan,” katanya.

JW mendekam di penjara sejak tahun 2014 silam setelah ditangkap oleh anggota BNN Pusat. Barang yang diamankan narkotika jenis sabu 1 kilogram. Rupanya, saat di dalam penjara, Johan merekrut Tommy untuk mengedarkan narkoba. (mha/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya