alexametrics

Ecoton Temukan Pencemaran Mikroplastik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Setelah melakukan ekspedisi sungai di Bengawan Solo hingga Brantas, Kajian Ekologi dan Observasi Lahan Basah (Ecoton) menemukan pencemaran mikroplastik hingga 339 partikel per 100 liter. Melihat dampak kerusakan yang ditimbulkan dan menurunnya kualitas hidup masyarakat, Ecoton meminta pemerintah segera bertindak.

Ekspedisi tersebut mengidentifikasi mikroplastik dari limbah cair industri kertas seperti Pindo Deli 3 dan PT Rum. Selain itu, sampel air sungai dan ikan diambil untuk mengecek kontaminasi. Lalu ditemukan paling banyak 198 partikel per liter dari sampel air, dan sampai 120 partikel mikroplastik dalam satu sampel ikan.

Peneliti sekaligus tim hukum Ecoton Azis mengkhawatirkan kualitas kesehatan masyarakat sekitar sungai bila pencemaran tak segera diatasi. Mengingat bahan kimia berbahaya yang dapat mengganggu hormone seperti Bisphenols-A. Paling buruk, zat itu memicu kanker dan diabetes.

Baca juga:  Toko Elektronik Terbakar, Penghuni Terjebak di Lantai Dua

“Mikroplastik juga menjadi vector bakteri pathogen yang menyebabkan diare, dan dapat mengikat polutan berbahaya seperti logam berat, pestisida, dan lainnya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pihaknya meminta Gubernur Jateng dan Gubernur Jatim untuk membuat program pemulihan kualitas air Sungai Bengawan Solo dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2022.

Kemudian memasang kamera pengawas di setiap outlet DAS Bengawan Solo dan alat pemantau kualitas air realtime di setiap outlet pembuangan limbah cair di sepanjang sungai. Sehingga kualitas air terpantau setiap saat.

Sedangkan untuk pemerintah pusat, pihaknya meminta agar tiap daerah memiliki regulasi pengurangan plastic sekali pakai dan mengoptimalkan sistem pengelolaan sampah terpadu.

Baca juga:  Kesaksian Korban Selamat Tragedi Perahu Terbalik di Bengawan Solo, Rasanya Nyawa Sudah Lepas dari Tubuh

“Peringatan terhadap industri juga penting, khusus yang berada di DAS Bengawan Solo agar mengolah limbah cair sebelum buang ke sungai,” imbuh Azis.

Lalu membuat regulasi baku mutu kontaminasi mikroplastik pada limbah industri dan pelarangan saluran rumah tangga yang langsung terbuang ke sungai. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya