alexametrics

Beri Surat Peringatan PKL Jualan Lebihi Batas Waktu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pemerintah Kelurahan Kranggan memberikan surat peringatan kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melanggar jam penjualan. Termasuk PKL yang menutup bahu jalan dan menutup akses rumah warga.

Lurah Kranggan Lusina Chandra menjelaskan, banyak PKL yang tidak menaati batas waktu jualan. Padahal sudah diperbolehkan berjualan di Pasar Gang Baru RT 7 RW 3, Kranggan, mulai pukul 04.00 sampai pukul 13.00.

Pihaknya, sebelumnya sudah menegur secara umum 200 PKL. Namun, salah satu PKL ada yang berjualan sayuran sampai malam. “Saya kaget. Ngakunya malah sampai pukul 7 malam,” jelasnya.

Ia menyayangkan, PKL berjualan sampai melebihi batas waktu yang telah ditentukan. Bahkan, dagangannya digelar di depan rumah warga. “Jadinya warga terganggu dan tidak bisa menggunakan fasilitas umum seperti jalan raya. Seharusnya mereka bersyukur sudah kami beri toleransi,” jelasnya.

Baca juga:  Bagikan Sembako untuk PKL Terdampak PPKM Darurat

Surat peringatan pertama diberikan berdasarkan laporan warga. Bahkan, sudah beberapa kali mediasi dengan warga. Namun masih membandel. Hingga akhirnya pihak kelurahan bersama Dinas Pasar Kota Semarang turun tangan memberikan surat peringatan.

“Setelah seminggu akan diberi surat teguran kedua dan seminggu kemudian akan diberikan surat teguran yang ketiga. Kalau masih bandel, ya itu ranahnya Satpol PP,” tuturnya.

Seharusnya pukul 13.00, truk kebersihan DLH datang dan membersihkan lingkungan. “Kalau mereka masih jualan kan truk DLH jadi susah masuk, sehingga kebersihannya kurang,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu PKL yang jualan sayuran mengaku dari dulu sudah berjualan di tempat tersebut tidak ada amasalah. Dia juga mengaku tidak mengetahui jika bangunan yang dia tempati sudah ada yang memiliki. (fgr/ida)

Baca juga:  Selama PKL, Prokes Tak Boleh Kendor

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya