alexametrics

Libur Nataru, Bus AKDP Naik Rp 5-10 Ribu, AKAP Naik Rp 10-20 Ribu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Terminal Tipe A Mangkang yang merupakan terminal terbesar di Kota Semarang, Senin (27/12) kemarin, sepi penumpang. Beberapa bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) keluar masuk terminal hanya mengangkut sedikit penumpang. Meski saat ini masuk libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Demikian juga dengan Terminal Penggaron. Beberapa bus AKDP terlihat parkir berjajar tanpa penumpang. Terisi atau tidak mereka harus berangkat bila jadwalnya tiba. Kebanyakan penumpang pun menunggu Trans Jateng di sana.

Beberapa bus AKDP dilaporkan naik tarifnya, seperti Semarang-Purwodadi, Pati-Rembang, Solo-Purwodadi. Akan tetapi rata-rata kenaikan hanya sekitar Rp 5-10 ribu saja. Sejauh ini tak ada penumpang keberatan.

“Saya dari Jakarta pulang ke Semarang saat Nataru ini naik jadi Rp 170 ribu, tapi ya nggak masalah,” jelas Nurjannah penumpang Bus Sinar Jaya kelas eksekutif.

Agen Bus Sinar Jaya Faisal menyatakan, kenaikan tarif sebanyak Rp 20 ribu dimulai sejak 23 Desember 2021 hingga 4 Januari 2022. Ia sudah memberitahukan hal itu lewat medsos kepada penumpangnya. Sedangkan untuk Bus Gunung Harta tak mengalami kenaikan tarif sama sekali.

Baca juga:  Sejalan dengan KSPN, Hendi Perjuangkan Hak Pekerja

CSO Bus Sinar Jaya Terminal Mangkang Arif menjelaskan, kenaikan tarif AKAP tidak signifikan. Bahkan para penumpang memahami kenaikan tersebut. Meski begitu, kenaikannya bervariasi tergantung kelas bus. Sinar Jaya ada tiga kelas yaitu executive, premium, dan suite class.

“Kenaikan tarif Sinar jaya sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu tergantung kelasnya. Jika semula Rp 150 ribu naik menjadi Rp 160 ribu. Kenaikan tarif ini hanya terjadi saat Natal dan Tahun Baru, yakni 23 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022,” kata Arif.

Menurutnya kenaikan tarif tersebut tidak berpengaruh terhadap jumlah penumpang. Di masa pandemi Covid-19 dalam sehari jumlah penumpang PO Bus Sinar Jaya hanya menurunkan dan memberangkatkan 20-25 penumpang.

Kepala Terminal Tipe A Mangkang Reno Adi Pribadi menganggap kenaikan tarif bus AKDP maupun AKAP masih dalam batas yang wajar. “Meski begitu, kami juga terus berkomunikasi ke pihak agen bus agar dapat memantau tarif-tarif di setiap agen,” katanya.

Baca juga:  Kado HUT ke-31, JNE Raih Anugerah Radar Semarang

Justru yang menjadi persoalan baginya adalah ada tiga terminal bayangan yang perlu secepatnya ditertibkan. Yakni, di Terboyo, Siliwangi Krapyak, dan Sukun Banyumanik. Pihaknya sudah bekerjasama dengan pihak terkait untuk bekerjasama mengarahkan agen-agen bus yang masih di luar Terminal Mangkang agar masuk ke dalam Terminal Mangkang. “Di Kota Semarang, semua bus AKAP dan AKDP harus masuk di Terminal Mangkang,” tandasnya.

Sedangkan Kasie Angkutan dalam Trayek Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng Bangun Adi Yuniarto memahami keterpurukan yang dialami pengusaha bus selama pandemi Covid-19. Terlebih saat sempat ada larangan ketat untuk tidak beraktivitas di luar rumah ataupun bepergian jauh. Semua serba daring, baik sekolah maupun kerja.

“Kami tidak mengeluarkan aturan apapun soal tarif bus, tapi bila ada yang menaikkan silakan asal sewajarnya saja tak lebih dari 50 persen, tempel harganya di depan untuk menginformasikan ke calon penumpang,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  Perang Lawan Pandemi, Tiru Semangat Mandurorejo 

Pihaknya hanya dapat mengatur operasional bus ekonomi. Sedangkan untuk kelas eksekutif dikembalikan kepada pemilik atau pengusaha masing-masing. Ia juga memaklumi adanya kenaikan, mengingat selama pandemi kursi penumpang bus tak terisi sampai 50 persen.

Padahal menurut perhitungan, pengusaha bus mendapat keuntungan bila kursi terisi lebih dari 70 persen. Dengan kata lain, selama pandemi mereka mengalami kerugian. Namun pemerintah juga belum dapat memberikan subsidi lantaran anggaran difokuskan untuk penanganan Covid-19.

“Tanpa ada pandemi saja pengguna transportasi bus sudah banyak berkurang karena banyak yang memilih kendaraan pribadi atau online, apalagi sekarang,” imbuhnya.

Kendati begitu, kalau ada yang menaikkan dengan berlebihan, pihaknya siap menindak tegas. “Adukan ke kami atau lapor gub dengan jelas dan detail. Akan kami tindak lanjuti, bila terkonfirmasi benar, akan kami beri peringatan 3 kali, baru kami bekukan dan terakhir bisa dicabut,” pungkas Bangun. (taf/cr2/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya