alexametrics

Zero Kasus, Perayaan Natal di Gereja Sesuai Prokes

Tiga Hari Wali Kota dan Forkompinda Semarang Pantau Hari Natal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) melakukan pemantauan Natal di Kota Semarang sejak Jumat (24/12) hingga Minggu (26/12). Rombongan yang dipimpin Wali Kota Semarang  Hendrar Prihadi melakukan kunjungan ke sejumlah objek vital, gereja, kompleks pastoral, dan kediaman tokoh agama.

Khidmat dan nyaman. Begitulah pelaksanaan perayaan Natal di Kota Semarang. Setiap gereja juga melaksanaan kegiatan misa dan perayaan Natal sesuai instruksi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Hendi –sapaan akrab wali kota– bersyukur aktivitas perayaan dan ibadah misa Natal dapat tetap berjalan dengah khidmat dan nyaman, meski adanya sejumlah pembatasan kegiatan, serta pemantauan protokol kesehatan yang ketat.

“Pokoknya ibadah ini sesuai protokol kesehatan. Ini menjadikan semua lebih nyaman dan sehat, serta lebih baik. Pokoknya top,” kata Hendi saat melakukan tinjauan ,Minggu (26/12).

Baca juga:  Dipenuhi Sampah, 15 Karung Ikan di Polder Tawang Mati

Hendi juga menyempatkan diri bertemu dengan sejumlah pengurus dan jemaat Gereja St Petrus Sambiroto, Tembalang. Ia mengapresiasi upaya penyesuaian ibadah Natal yang dilakukan, di mana ibadah pada gereja tersebut dilaksanakan sebanyak delapan kali dalam tiga hari berturut-turut, sampai kemarin. Tak lupa Hendi juga mengucapkan selamat Natal kepada para jemaat.

“Mudah-mudahan Tuhan memberkati kita semua. Damai di bumi, damai di hati, dan kedamaian suka cita Natal ini semoga bisa kita pelihara untuk membangun Kota Semarang yang lebih baik,”jelasnya.

Saat melakukan kunjungan, penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan baik dan ketat seperti gereja IFGF Semarang, Gereja Bongsari, Holy Stadium, Gereja Blenduk, Gereja JKI Injil Kerajaan Satelit Citarum,GBI Tlogosari, GKN Gloria, GKJ Genuk, Gereja Alfa Omega, dan Keuskupan Agung .

Baca juga:  Pondasi Ambrol, UPTD DPU Semarang Tengah Gerak Cepat

Menurutnya, berbagai penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan misa Natal ini perlu diapresiasi sebagai bentuk upaya mencegah potensi munculnya kasus Covid-19.  Apalagi tidak ada penambahan kasus sampai Minggu (26/12) kemarin.

Dari data siagacorona.semarangkota.go.id, kasus Covid-19 di ibu kota Jawa Tengah ini terdeteksi nihil atau zero kasus.

Hendi menegaskan, jika semuanya dijalankan dengan tertib dan taat prokes, berbagai kegiatan termasuk ibadah, belajar, hiburan bahkan liburan dapat dilakukan di Kota Semarang.

“Yang perlu ditekankan, kasus covid memang saat ini nihil, tapi pandemi Covid-19 belum selesai, sehingga jangan sampai karena ada kelalaian, euforia, kemudian kita jadi susah lagi. Harus tetap menjaga protokol kesehatan dan memedomani instruksi yang berlaku,”jelasnya.

Baca juga:  2.626 Berkas CPNS Tak Penuhi Syarat, 8 Formasi Lainnya Tak Diminati Pelamar

Sebagai minatur Indonesia, dengan berbagai kompleksitas dan perbedaan ras, suku agama yang ada. Ini semua, lanjutnya, adalah satu kesatuan kekuatan sedulur bangsa Indonesia.

“Tidak ada golongan mayoritas dan minoritas. Yang ada, adalah satu kesatuan sedulur bangsa Indonesia yang saling menghormati dan menghargai satu sama lain di atas berbagai perbedaan ras, suku dan agama,” pungkasnya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya