alexametrics

Batas Sewa Habis, Pedagang Johar di MAJT Resah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Batas sewa lahan tempat relokasi pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) berakhir bulan Desember ini. Kondisi ini menyebabkan pedagang yang belum mendapatkan lapak resah. Mereka khawatir digusur dari tempat relokasi.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta pedagang tidak khawatir dengan habisnya masa sewa lahan. Pasalnya pria yang akrab disapa Hendi ini sudah melakukan komunikasi dengan pengurus MAJT. Meskipun tidak bisa diperpanjang, namun pihak MAJT masih meminjamkan lahan yang saat ini digunakan sebagai tempat relokasi hingga tahun depan.

“Kami masih nego sama MAJT agar bisa dipakai pedagang sampai Juni. Seharusnya Juni tahun depan, semua pedagang bisa masuk ke Pasar Johar. Setelah semua pedagang pindah, MAJT bisa melakukan hal-hal sesuai kepemilikannya,” katanya kemarin.

Baca juga:  Siapkan Kantong Parkir, Kota Lama Bebas Kendaraan

Untuk itu, ia meminta pedagang yang sudah mendapatkan undian dan nomor lapak segera pindah dan menempati lapaknya. Hendi menjelaskan, jika penataan di Pasar Johar dilakukan secara bertahap lantaran masih ada blok yang sedang dibangun. “Pedagang yang sudah mendapatkan lapak bisa segera pindah. Sambil menunggu blok yang masih dibangun dan direhab,” katanya.

Pemkot Semarang menyiapkan enam blok yaitu Johar Utara, Johar Tengah, Johar Selatan, Kanjengan, Alun-Alun Johar, dan Shopping Center Johar (SCJ). Tahun ini, Johar Tengah dan Utara sudah bisa ditempati. Dalam waktu dekat, Johar Selatan dipastikan selesai. “Tahun ini yang sudah tuntas Utara dan Tengah. Akhir tahun nanti Johar Selatan, Kanjengan, dan alun-alun,” tambahnya.

Baca juga:  Tangkap Enam Remaja Bawa Sajam

SCJ, kata Hendi, akan dipersiapkan untuk mengakomodasi pedagang dasaran terbuka (DT). Ia mengakui jika Johar Utara, Johar Tengah, Johar Selatan, Kanjengan, Alun-Alun Johar belum bisa menampung semua pedagang. “Nanti akan direhab dulu untuk SCJ. Statusnya masih dikontrak pihak ketiga,” tuturnya.

Namun demikian, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak ketiga tersebut agar bisa kembali menjadi milik pemkot. Bahkan, sebagian sudah dibayar agar bisa digunakan pedagang. “Desember ini akan dilelang pekerjaan perapihan. Targetnya Januari-Mei, pekerjaan sudah dikerjakan. Juni seharusnya pedagang sudah masuk kesana,” pungkasnya. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya