alexametrics

Dishub Cek Angkutan Umum dan Sopir, Pastikan Semua Angkutan Umum Layak Jalan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang melakukan ramp check atau pengecekan keselamatan angkutan umum di Terminal Penggaron, Kamis (23/12). Pengecekan dilakukan kepada sejumlah angkutan umum dalam dan luar kota, termasuk armada Trans Semarang.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, pengecekan angkutan umum ini meliputi fungsi teknis laik jalan hingga persyaratan administrasi. Hal itu dilakukan untuk memastikan kendaraan laik jalan dan penumpang merasa nyaman.

“Semua kita cek. Mulai dari fungsi kemudi, ban, rem, hingga penerangan. Termasuk perangkat keadaan darurat, seperti alat pemadam api dan palu pemecah kaca, semua harus ada. Kita juga mengecek emisi gas buang,” terangnya Kamis (23/12).

Baca juga:  PKL Barito Baru Masih Sepi, Pedagang Berharap Dibuatkan 'Tetenger'

Danang menjelaskan, kegiatan tersebut sebenarnya dilakukan rutin. Bukan hanya saat Nataru ataupun Idul Fitri. Tidak hanya kendaraan, petugas juga mengecek kesehatan pengemudi maupun kernet.

“Pemeriksaan untuk sopir ada tes urine, tekanan darah, penyakit seperti asam urat, kolesterol, gula,” tuturnya.

Jika saat pengecekan ditemukan kerusakan, lanjut Danang, maka akan dilakukan perbaikan. Namun jika kerusakan cukup parah, kendaraan tidak boleh beroperasi. Selain pemeriksaan teknis juga ada pemeriksaan dokumen seperti kartu uji, STNK, SIM hingga kartu pengawasan atau trayek.

“Kalau parah tidak boleh beroperasi, karena bisa mengakibatkan kecelakan. Misal ada temuan pada emisi, jika masih wajar kita minta dilakukan perbaikan dulu,” tambahnya.

Kepala UPTD BLU Trans Semarang, Hendrix Setiawan mengatakan, setiap armada BRT Trans Semarang, memang rutin dilakukan pengecekan secara menyeluruh. Baik sebelum maupun sesudah melakukan pelayanan.

Baca juga:  Simpang Hanoman Ditutup, Trans Semarang Siapkan 14 Fedeer

“Alhamdulillah armada kami layak jalan. Karena memang setiap hari kita cek dan ada tim yang akan memperbaiki saat ada kekurangan di jalan,” tegasnya.

Selama Nataru, kata dia, pihaknya menyiagakan 245 armada Trans Semarang. Jumlah itu untuk mengantisipasi kenaikan penumpang selama libur Nataru.

“Khusus tanggal 25 kita tidak beroperasi, namun mulai tanggal 24 Desember sampai 2 Januari layanan berjalan normal. Prediksinya akan ada kenaikan penumpang 20 persen,” pungkasnya. (den/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya