alexametrics

Tangis Haru Warnai ‘Ritual’ Basuh Kaki Ibu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak sebelas ibu dan anak penuh haru dan air mata saat melakukan prosesi mencuci kaki ibu. Para ibu duduk di atas kursi yang sudah tertata di atas panggung. Sedangkan masing-masing dari belasan anak menyiapkan sebuah ember kecil sebagai tempat untuk mencuci kaki ibu. Termasuk menyiapkan sebotol air.

Selanjutnya, anak-anak ini menuangkan air secara perlahan sembari membasuh kaki ibu masing-masing. Ketika proses berlangsung, para ibu dan anak tampak berkaca-kaca penuh haru. Bahkan Hj Gatyt Sari Chatijah, pembinan LKKNU Kota Semarang turut meneteskan air mata, saat malihat putranya membasuh kakinya. Air matanya tampak berlinang di kedua pipinya, begitu pula putranya.

Fahmi, putra Hj Gatyt Sari Chatijah pun beberapa kali menciumi kaki ibunya serta memeluknya penuh haru. “Hari ini adalah hari yang sangat berbahagia, moment yang sangat mengharukan. Dalam moment ini, saya berkesempatan, sebagai seorang anak, meminta maaf dan memohon ridho ibu, serta memohon doa agar selalu diberi keberkahan dalam segala urusan dunia dan akhirat,” katanya di sela acara pelantikan pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) di Ballroom Lantai 1 Hotel Pandanaran Rabu (22/12).

Baca juga:  Tracking Selesai, Pastikan DPRD Aman

Ketua PKK Kota Semarang Hj Kris Septiana Hendrar Prihadi turut terharu. Menurutnya, kegiatan ini sangat luar biasa. Dia berharap, ibu-ibu di Kota Semarang menjadi ibu-ibu yang hebat di dunia dan akhirat. Ini menjadi refleksi semua hadirin supaya menghargai ibu. Ini merupakan gambaran antara ibu dengan anak untuk saling menghormati.

“Ibu sebagai pendidikan pertama anak harus memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya. Selain itu, ibu-ibu juga harus memperhatikan kesehatan suami, anak, dan diri sendiri. Karena ibu yang sehat akan mencetak generasi yang kuat,” jelasnya.

Hj Gatyt menegaskan sebagai orang tua wajib mendoakan orang tua setiap hari. Ia merasa betul-betul teraduk-aduk emosionalnya. “Sangat terharu melihat belahan hati, darah daging kita, bersujud memohon ridho dengan khidmat dan takdim mencuci kaki kita. Hati saya luluh. Doa seorang ibu bisa langsung membelah langit. Disitulah hubungan emosinal antara seorang anak dengan ibu. Berbaktilah dan taat pada orang tua terkhusus ibu,” tuturnya.

Baca juga:  Dinsos Patroli Gabungan, Temukan Satu Badut

Gatyt juga menyampaikan, peran ibu sangat penting, seorang ibu harus terus belajar mendidik anak, sehingga generasi ke depan bisa menjadi generasi yang memiliki akhlak mulia, serta berguna bagi bangsa, negara, dan agama.

Srikandi MIK Semar dan Pemerintah Kelurahan Sambiroto membagikan 50 paket sembako kepada warga miskin, janda, dan penyandang disabilitas Rabu (22/12). (FIGUR RONGGO WASSALIM/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sementara itu, Srikandi MIK Semar juga melakukan bakti sosial dalam peringatan Hari Ibu. Kali ini membagikan 50 paket sembako kepada warga miskin, janda miskin, dan penyandang difabilitas di Kelurahan Sambiroto, Tembalang.

Lurah Sambiroto, Sri Mis Astuty menjelaskan sebelumnya dirinya melakukan pendataan tiap rumah-rumah. Kegiatan ini bersinergi dengan Rumah Disabilitas mendampingi membagikan sembako ke warga. “Hari ini kami bagikan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang Rabu (22/12).

Perwakilan MIK Semar Hendarto Widi Utomo menjelaskan, bantuan sembako berupa 2,5 kilogram beras, teh satu pcs, lima bungkus mi instan, dan gula pasir setengah kilogram. Sebanyak 50 KK berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Pemerintah Kelurahan Sambiroto. “Kita selalu siap membantu melalui Rumah Donasi MIK Semar,” ungkapnya.

Baca juga:  RS Columbia Peduli Generasi Emas Indonesia

Ketua panitia Bhakti Sosial MIK Semar, Ni Wayan Suparni, menjelaskan paket sembako dibagi ketujuh RW di Kelurahan Sambiroto. “Ada lansia miskin, janda miskin, dan disabilitas. Jadi benar-benar menyasar,” jelasnya. (cr1/fgr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya