alexametrics

Jelang Nataru, Harga Sembako Masih Landai

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, Pemerintah Kecamatan Gayamsari melakukan survei harga sembako di Pasar Waru Indah Kaligawe. Jika terjadi lonjakan harga, pihaknya berencana menggelar bazar UMKM dan gandeng Bulog untuk menstabilkan harga.

Kepala Pasar Waru Indah Kaligawe Ahmad Jumadi menjelaskan, sudah ada kenaikan harga, namun belum signifikan. Seperti cabai setan Rp 85 ribu, cabai merah Rp 40 ribu, dan cabai hijau Rp 20 ribu.

Selain itu, harga lainnya seperti bawang merah Rp 32 ribu, bawang putih Rp 28 ribu, telur Rp 25 ribu, minyak Rp 18.5 ribu per liternya. Dan 2 liter minyak Sania seharga Rp 35 ribu. Beras Rp 10 ribu dan tepung Rp 7,5 ribu. “Kalau telur biasanya 20 ribu sampai 23 ribu per kg. Sekarang 25 ribu/kg,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang kemarin.

Baca juga:  Ditarget Rp 1,5 Triliun, Pendapatan Daerah Semarang Sudah Tembus Rp 940 miliar

Bahan pokok lainnya seperti beras menthek harganya Rp 12 ribu, gula pasir Rp 12,5 ribu dan gula Jawa Rp 12,5 ribu. “Kalau beras naik Rp 500 per kilogramnya,” jelasnya.

Camat Gayamsari Moh Agus Junaedi menjelaskan, kemungkinan saat nataru kebutuhan naik dan permintaan naik sehingga harga naik. Pihaknya melakukan survei di dua toko sembako di Pasar Waru Indah Kaligawe, Toko Hafiz, dan Toko Nur Delah. “Kami cek harga naiknya signifikan atau tidak,” jelasnya.

Ke depannya pihaknya akan menggandeng UMKM untuk mengadakan bazar sembako murah. “Harapannya akan disinergikan lagi dan ditingkatkan lagi,” jelasnya.

Lurah Kaligawe Sukamti menjelaskan, jika dicek harganya naik signifikan akan menggandeng Bulog untuk menstabilkan harga. “Naiknya masih wajar sih. Hanya telur dan minyak saja yang naik,” ungkapnya.

Baca juga:  Pemkot Semarang Mulai Terapkan Social Distancing untuk Pasar Pagi

Pemilik toko sembako, Hafiz, 30, menjelaskan, dirinya sudah berjualan di pasar selama 10 tahun. Menjelang Nataru kali ini, harga beras dan harga gandum naik Rp 500 per kilogramnya. “Kalau minyak kemasan naiknya sedikit-sedikit tapi terus. Padahal dulu pernah Rp 12 ribu per liternya,” ungkapnya.

Selain itu, gula Jawa masih normal, penyedap rasa setiap akhir tahun mesti naik. Diakuinya, telur pasti naik menjelang Nataru, padahal menjelang Idul Fitri permintaan banyak justru malah normal. “Mungkin gaji naik, barang ikut naik,” jelasnya. (fgr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya