alexametrics

Ajak jaga Kebersihan, Pemerintah Kelurahan Panggung Lor Gelar Lomba Mural di Sekitar TPS

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Kelurahan Panggung Lor mengajak warganya menjaga kebersihan atau mencegah buang sampah dengan lomba mural di sepanjang tembok sekitar TPS Panggung Lor, Jalan Lingkar Tanjung.

Lurah Panggung Lor Tris Nunung Ariyantoro menjelaskan, sekitar Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Panggung Lor banyak sampah yang dibuang sembarangan. Bahkan, berderet sampai ke barat dan ke depan Masjid Al-Hidayah.

Setiap harinya sampah dibuang di situ dan dibakar. Padahal, Disperkim sudah membuat taman di sekitar TPS tersebut, namun masih ada yang membuang sampah di situ. “Karena pak camat setiap hari lewat di situ, akhirnya kami kerja bakti,” jelasnya.

Kerja bakti dilakukan dua kali dengan menggandeng DPU dan muspika di Kecamatan Semarang Utara. “Temboknya dicat putih yang kemudian pak camat mempunyai ide untuk lomba mural ini,” jelasnya.

Baca juga:  Maret, Dishub Semarang Tambah 41 Titik Parkir Elektronik

Tembok sepanjang 90 meter dan setinggi 75 sentimeter ini dibuat kolom-kolom untuk dilombakan mural per kelurahan. “Tujuannya agar masyarakat bisa sadar kebersihan,” ungkapnya.

Camat Semarang Utara Moch Imron menjelaskan, berawal dari tokoh masyarakat ketika bersilaturrahmi di Panggung Lor. Mereka mengeluhkan, Jalan Lingkar Tanjung kok terlihat kumuh. “Karena warga banyak yang membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Diakuinya, sudah pernah dibersihkan ketika dirinya menjabat seminggu menjadi camat dengan mengajak lurah-lurah di Semarang Utara. Namun, tidak beberapa lama, kumuh kembali. “Akhirnya saya rembukan dengan lurah-lurah. Kira-kira ini kan potensi untuk kita poles,” ungkapnya.

Sehingga pihaknya membagi sembilan blok untuk lomba melukis mural. “Per kelurahan 10 meter,” jelasnya.

Baca juga:  Banjir Surut, Kendaraan Macet sampai Terboyo

Ia berharap dengan mural yang bagus dapat menjadi hal yang menarik. Sehingga warga tidak lagi membuang sampah sembarangan. “Di sini kan mukanya Semarang Utara nanti kan beda kalau terlihat cantik,” jelasnya.

Lomba melukis mural dilakukan dengan memanfaatkan potensi warga yang pintar menggambar di tiap kelurahan. Penilaiannya meliputi tema Kesehatan dan hasil lukisannya. Dilakukan pada hari Minggu (19/12) sampai Senin (20/12) dan dinilai hari Selasa (21/12). “Yang menilai saya, pak sekcam, guru SMA 14, dan guru SMP 25. Kita minta bantuan kepala sekolah masing-masing untuk menilai,” jelasnya. (fgr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya