alexametrics

Proyek Harbour Toll Semarang-Kendal Masih Proses Kajian, DED Belum Ada

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Rencana pembangunan tol Semarang-Kendal atau Harbour Toll ternyata tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Padahal proyek ini digadang-gadang bisa mengentaskan beberapa daerah dari banjir dan rob, misalnya di Batang, Kendal, dan Kota Semarang.

Kepala Satuan Kerja Pembangunan Tol Semarang-Demak Balai Besar Jalan Nasional Jateng-DI Jogjakarta Kementerian PUPR Yusrizal Kurniawan  menjelaskan, jika saat ini rencana pembangunan Harbour Toll masih dalam taraf kajian yang dilakukan Pemerintah Pusat.

“Kemarin waktu kita ketemu dengan Bappeda dan DPRD, Bappeda bilang kalau pusat akan melanjutkan pembangunan Semarang-Demak ke Harbour Toll. Namun saat ini masih dalam proses kajian,” katanya, kemarin.

Ia menjelaskan, karena masih dalam proses kajian, Detail Engineering Design (DED) pun belum ada. Kemungkinan Pemerintah Pusat akan fokus untuk menyelesaikan pembangunan tol Semarang-Demak yang ditargetkan bisa selesai pada 2024 mendatang.

“DED belum ada, kita tunggu saja. Mungkin saja bisa dibangun sebelum Semarang-Demak selesai, atau jalan bareng proyek ini,” jelasnya.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang Budi Prakosa menerangkan, untuk pembangunan Harbour Toll, masih dalam tahap studi kelayakan oleh badan pemrakarsa yang ditunjuk Kementerian PUPR.

“Kita belum dapat update perkembangan dari studi kelayakannya belum ada, jadi DED belum ada,” tuturnya.

Baca juga:  40 Perosok Keliling Semarang Naik Kelas

Setelah studi kelayakan rampung, kata dia, baru masuk proses penetapan trase Harbour Toll, kemudian proses kelayakan teknis selanjutnya. Jika memang bisa terealisasi, lanjut Budi, pembangunan Harbour Toll dan tol Semarang-Demak bisa mengentaskan banjir di Kota Semarang.

“Banjir bisa hilang dari Semarang, karena air laut ditanggul agar tidak masuk ke daratan,” tambahnya.

Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Drainase Pemkot Semarang, semua wilayah yang terkena air laut atau kawasan yang tergenang rob misalnya pesisir pantai akan ditanggul. Ia mencontohkan cara ini telah diterapkan di Tanah Mas dengan adanya kolam retensi. “Jadi, air hujan yang ada daratan akan dipompa dibuang ke luat. Sehingga banjir ataupun rob tidak ada lagi di Semarang,” katanya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono mengatakan, jika tanggul laut dan tol Semarang-Demak ini sebenarnya satu kesatuan penanggulangan banjir di Kota Semarang dan daerah lainnya. “Karena Tol Semarang-Demak ini sudah berproses, kami minta yang Semarang-Kendal ini bisa dilanjutkan, karena yang sebelah timur ini sudah running,” desaknya.

Menurut dia, pengadaan lahan dan pelaksanaan pembangunan bisa dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Ia khawatir jika Tol Semarang-Demak sudah jadi, namun Tol Semarang-Kendal belum dikerjakan sama sekali, air akan berpindah ke bagian barat. “Untuk itu, DED harus segera dilakukan, bisa ditetapkan trase-nya dan harus selesai secara pararel. Jika tidak, dampaknya malah akan berimbas ke daerah lain,” tambahnya.

Baca juga:  Konsep Pernikahan Tradisonal Masih Diminati

Kajian yang sedang dilakukan pun harus segera diselesaikan, sehingga pemetaan kondisi wilayah, kondisi tanah, dan kepemilikan lahan bisa diidentifikasi. Karena berkaca dari pembangunan Tol Semarang-Demak, banyak tanah warga yang tergenang air dianggap sebagai tanah musnah.

Sekretaris Camat Semarang Barat Pranyoto menjelaskan, pembangunan tanggul laut itu bagian dari SORR atau South Outer Ring Road. Pembangunan tanggul diyakini dapat mengurangi abrasi di bibir pantai. Selain itu, bisa untuk mengurangi kemacetan. Rencananya, tanggul laut ini akan dibangun di atas bibir pantai. “Ini tanggul sekaligus jalan raya di atasnya,” katanya.

Terdapat dua kelurahan di Kecamatan Semarang yang akan dilewati proyek tersebut. Yakni, Kelurahan Tambakharjo dan Tawangsari.

Diakui, proyek tanggul laut SORR sudah direncanakan beberapa tahun yang lalu. Namun terkendala adanya refocusing anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19.

Baca juga:  Banjir Jakarta, Okupansi Hotel di Semarang Tinggi

Lurah Tambakharjo Warsito membenarkan jika akan ada proyek tanggul laut SORR. Namun dirinya juga belum mengetahui secara pasti kapan proyek tersebut dimulai. “Memang benar, Kelurahan Tambakharjo salah satu wilayah yang bakal terkena proyek ini,” jelasnya.

Kendati demikian, ia sangat mendukung proyek tersebut. Ia berharap nanti akan dibuka jalan masuk ke Tambakharjo. “Kalau jalannya nanti tol atau arteri saya belum tahu. Yang jelas, bisa mengurangi kepadatan lalu lintas,” ungkapnya.

Setali tiga uang, Lurah Tawangsari Sunarti menjelaskan, proyek tersebut memang sudah terencana beberapa waktu yang lalu. Adapun tanggul yang akan dibangun bisa dilihat dari Pantai Marina, Pantai Tirang, dan OPJ City.

Ia berharap, tanggul laut SORR ini bisa mengatasi banjir. “Nanti kalau jadi bagus Mas, sebelahnya dapat pemandangan pantai, sebelahnya dapat pemandangan perumahan warga,” jelasnya.

Suatno, nelayan di Pantai Marina Semarang mengatakan, karena ini adalah tanah reklamasi, jadi semuanya sudah ditanggul untuk mencegah abrasi. “Akan lebih bagus lagi jika ada tanggul laut. Ombak akan lebih stabil, dan dapat mencegah ombak besar sampai bibir pantai. Warga juga bisa lebih enak untuk mancing,” katanya. (den/fgr/cr1/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya