alexametrics

Pemugaran Makam KH Sholeh Darat Dirancang Ramah Disabilitas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Pemugaran dan pembangunan area pemakaman Kiai Sholeh Darat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bergota Semarang bakal dilanjutkan tahun depan. Tahun ini, pembangunan gapura dan pintu masuk sedang dilakukan dan targetnya selesai pada akhir Desember ini. Tahun depan, akan dilanjutkan pembangunan akses jalan masuk dan joglo makam.

“Tahun depan kami prioritaskan dulu untuk pendopo makamnya agar lebih bagus, baru nanti akses jalan masuknya,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang Ali Kamis (16/12).

Ia menjelaskan jika, pelebaran jalan dilakukan dengan menambah akses penyandang disabilitas, khususnya pengguna kursi roda dapat berziarah. Anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar. Pelebaran jalan juga akan didahului dengan pemugaran bangunan makam.

Baca juga:  Proyek Tol Semarang-Demak Tersendat, Volume Pekerjaan Dikurangi 70 Persen

“Kami mendapat saran agar penyandang disabilitas dapat diperhatikan, untuk memudahkan bila hendak berziarah ke makam KH Sholeh Darat. Kalau ini terwujud, maka akan menjadi pertama kalinya makam yang ramah disabilitas,” tuturnya.

Prioritas pemugaran makam, kata dia, didahulukan karena untuk menarik simpati dari ahli waris makam yang terkena pelebaran jalan. Menurutnya, jika makam KH Sholeh Darat dalam kondisi bagus,ahli waris lainnya bisa untuk merapikan makam keluarganya dan tidak ada penolakan terkait rencana pelebaran akses jalan.

Kabid Pertamanan dan Permukiman Disperkim Kota Semarang Murni Ediati menambahkan, kebanyakan akses jalan di wisata religi belum ramah disabilitias. Konsep pembangunan dan pemugaran yang diusung sendiri ramah bagi disabilitas yakni bisa dilewati peziarah yang menggunakan kursi roda. “Hanya saja, dengan lebar jalan akses yang tidak sampai satu meter, tentu belum benar-benar ideal untuk dilewati pengguna kursi roda. Saat ini lebar jalan akses masuk makam sekitar 30-40 sentimeter. Rencana diperlebar menjadi 60 sentimeter,” tambahnya.

Baca juga:  Belum Banyak Warga Tahu Aplikasi Libas

Sementara itu, kata dia, jumlah ahli waris terdampak pelebaran jalan makam diperkirakan mencapai 37 keluarga. Wanita yang akrab disapa Pipie ini berupaya, untuk bisa memberikan sosialisasi kepada ahli waris makam yang terdampak karena akan ada pergeseran dalam penataan makam-makam ini. “Nanti kita buka pelayanan di Kantor Disperkim kepada ahli waris yang terdampak, sekaligus melakukan sosialisasi,” jelasnya. (den/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya