alexametrics

Delapan Rumah Tidak Layak Huni di Tlogosari Wetan Disurvei

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Delapan rumah tidak layak huni (RTLH) mulai disurvei Baznas Kota Semarang yang menggandeng Pemkot Semarang dan Kodim. Delapan rumah tersebut merupakan bagian dari 10 usulan masyarakat untuk mendapatkan program bantuan rehab untuk rumah tidak layak huni.

“Hari ini surveinya. Kemungkinan tahun 2022 dilakukan,” kata Lurah Tlogosari Wetan R Kamto Warsono kepada Jawa Pos Radar Semarang Rabu (15/12).

Petugas dari Baznas Kota Semarang Azhar menjelaskan, terdapat usulan dari masyarakat ke kelurahan, kemudian ke kecamatan, lalu diusulkan ke Baznas Kota Semarang melalui program rehab rumah tidak layak huni. “Anggaran pembangunannya dari Baznas Kota Semarang dan tenaganya dari Kodim,” katanya.

Diakuinya, ada lebih 100 RTLH yang sudah dilakukan oleh Baznas Kota Semarang yang berkolaborasi dengan Kodim. “Hari ini di RW 2 sampai 4 Kelurahan Tlogosari Wetan,” ungkapnya.

Baca juga:  Alhamdulillah! 1.600 Rumah Tidak Layak Huni di Semarang Sudah Direhab Sepanjang 2021

Sebelumnya, terdapat 10 rumah tidak layak huni di Tlogosari Wetan yang sudah terlaksana dan dibantu oleh Disperkim. Masing-masing senilai Rp 15 juta. “Kami bagi di empat RW. Di RW 3 ada empat rumah, di RW 2 tiga rumah, dan di RW 4 ada empat rumah,” jelas Prawoto perwakilan dari Kodim.

Kendati begitu, diakuinya, hasilnya belum maksimal. Apalagi ada rumah yang sangat tidak layak huni. Ia berencana menggandeng donatur dari tokoh masyarakat Tlogosari Wetan dan dari wilayah luar untuk memaksimalkan bantuan RTLH. “Banyak donatur dari luar,” ungkapnya. (fgr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya