alexametrics

Masih Banyak Hak Nelayan Tradisional yang Diabaikan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Para nelayan yang tergabung dalam Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) melakukan Parade Perahu Nelayan Tradisional di Dermaga Tambaklorok Kota Semarang Senin (13/12). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka perayaan Hari Nusantara dan Pemenuhan Hak Nelayan Kecil dan Tradisional.

Ketua KNTI Kota Semarang, Slamet Ari Nugroho, 36, masih banyak hak-hak para nelayan tradisional yang diabaikan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Selain langganan terdampak banjir rob, para nelayan juga kurang sejahtera, bahkan masih kesulitan mengakses BBM subsidi.

“Masih banyak para warga pesisir maupun nelayan yang kurang diperhatikan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Padahal kami rajin membayar pajak, mengurus surat kenelayanan, dan lainnya,” jelas Ari.

Baca juga:  Usai Dikencani, Wanita Panggilan Dihajar

Padahal dalam UU nomor 7 tahun 2016 tentang perlindungan nelayan menegaskan, pemerintah daerah maupun pusat sesuai kewenangannya menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang bagi nelayan, pembudidaya ikan laut, dan lainnya.

“Sarana yang diinginkan nelayan adalah pembuatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), akses Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), perbaikan akses jalan untuk warga pesisir, dan lainnya. Tapi Semarang masih kalah dengan daerah atau kota lain,” tambahnya. (cr2/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya