alexametrics

Disdag Semarang Bakal Tindak Tegas Pedagang yang Ketahuan Jual Beli Lapak Pasar Tradisional

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Isu jual beli kios, lapak, dan los, di pasar tradisional, kerap berhembus selama Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan penataan. Karena itu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang siap menindak tegas dan mengancam akan menarik lapak, jika menemukan ada pedagang yang menjual lapaknya ke orang lain.

Kepala Disdag Kota Semarang Fravarta Sadman menjelaskan, tempat dasaran pedagang di pasar tradisional sesuai aturan dalam peraturan daerah (perda) tidak boleh diperjualbelikan ataupun disewakan kepada orang lain. Pihaknya mengaku akan menindak tegas jika ada laporan atau temuan jual beli lapak.

“Ketika kami tahu ada temuan memperjualbelikan lapak, misal dari media sosial, akan langsung kami tarik. Ini berlaku di semua pasar tradisional. Bukan hanya di Johar,” tegasnya Selasa (7/12).

Baca juga:  Satpol Bongkar Paksa 30 Tenda PKL di Sepanjang Arteri Soekarno-Hatta

Izin penggunaan tempat dasaran yang dimiliki pedagang, kata mantan Camat Tembalang ini, akan dicabut jika ada pedagang ataupun oknum yang melakukan jual beli ataupun sewa. Sejauh ini, tegasnya, sudah ada temuan kasus jual beli di pasar tradisional, misalnya di Pasar Mrican.

“Kami temukan di Pasar Mrican, langsung kami tarik. Meski pedagang itu sampai nangis-nangis ke kami, ya sudah biarkan saja, itu kan salah. Ketentuannya memang tidak boleh,” tegasnya.

Menurutnya, Disdag lebih menghargai pedagang yang benar-benar ingin mencari uang dengan berdagang dengan memberikan fasilitas di pasar tradisional milik Pemkot Semarang. “Karena kami memberikan gratis, pedagang hanya membayar retribusi. Kalau dijual atau disewakan jelas salah,” pungkasnya. (den/ida)

Baca juga:  Malaysia Belajar Pengelolaan Sampah di Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya