alexametrics

Sewa Lahan Pasar Johar MAJT Berakhir 21 Desember

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangSewa tanah yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang di Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang dijadikan tempat relokasi pedagang Pasar Johar pasca terbakar beberapa tahun lalu, berakhir pada bulan ini atau tepatnya 21 Desember.

Menurut informasi yang dihimpun, pedagang yang masih tinggal di tempat relokasi sudah mendapatkan surat edaran barakhirnya masa sewa tanah di MAJT. Mereka pun waswas karena masih banyak yang belum mendapatkan lapak, dan harus mengontrak jika ingin tinggal di MAJT.

“Ada surat edarannya, jika setelah kontraknya berakhir 21 Desember. Pedagang harus ngontrak di MAJT jika ingin tetap di sana,” kata Sri Wahyuni salah satu pedagang.

Baca juga:  Hadapi Pandemi, Pemerintah Dituntut Lebih Inovatif

Sri Wahyuni sendiri merupakan salah satu korban kebakaran Pasar Johar pada 2015 lalu. Lapaknya ada di Johar Tengah, setelah dilakukan revitalisasi dan penataan oleh Dinas Perdagangan, ia mendapatkan lapak di Johar Selatan lantai 2.

“Saya ini terbuang dari Johar Tengah, dapat di Johar Selatan. Kalau mau pindah, belum bisa karena masih dibangun. Saya juga kesulitan kalau harus di lantai 2 karena akses bagi lansia cukup susah,” keluhnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fravarta Sadman menjelaskan, sebenarnya, pemkot telah mengajukan permohonan perpanjangan sewa hingga 2022 mendatang.

“Kita sudah mengajukan izin, langsung ditindaklanjuti dengan adanya rapat bersama dengan Yayasan Nadzir Wakaf MAJT. Dalam rapat tersebut, disepakati perjanjian sewa tanah tidak diperpanjang lagi,” tuturnya.

Baca juga:  Lapas Semarang Potong 35 Hewan Qurban, Sumbangan dari Para Tokoh

Ia menjelaskan, jika sementara masih bisa menempati Johar MAJT, dan bahkan sampai Desember 2022 pedagang masih bisa menempati tempat relokasi. Terutama bagi pedagang yang belum bisa pindah ke Pasar Johar karena terkendala pembangunan yang belum selesai bisa melanjutkan penggunaan lapak di relokasi hingga lapak di Pasar Johar siap.

“Masih boleh di tempat relokasi, silakan pedagang masih disitu. Dikatakan, dalam forum itu free, tidak bayar tidak apa-apa. Meski sebenarnya kami sudah siapkan penganggarannya,” terang Fravarta.

Yayasan MAJT, kata dia, berencana akan membangun pasar induk grosir modern di tempat relokasi. Pihaknya mengaku mempersilakan yayasan jika ingin membangun pasar induk, Fravarta mengaku  meminta hal itu dikomunikasikan dengan para pedagang.

Baca juga:  Difabel Diajak Berbisnis di Platform Digital

“Beberapa pedagang sudah telepon ke kami. Itu (pembangunan pasar induk) dari yayasan, monggo. Tapi saya minta dikomunikasikan dengan pedagang agar tidak ada salah persepsi,” paparnya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya